#BERITATANGGAMUS#PENIPUAN

Eks Kepala Pekon Ditangkap karena Penipuan 

Eks Kepala Pekon Ditangkap karena Penipuan 
Polres Tanggamus menggelar konfrensi pers di depan Mapolres, Kamis (4/3/2021) sore. (MTVL/Rusdy Senapal)


Kotaagung (Lampost.co) - Mantan kepala pekon/desa Kampung Baru Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus berinisisl MP (38) ditangkap tim khusus anti bandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus dalam perkara penipuan atau penggelapan. MP ditangkap dalam pelariannya di Bandar Lampung. Diberitakan sebelumnya, MP melarikan diri selama dua bulan lebih dan menjadi DPO Satreskrim Polres Tanggamus atas pelaporan korban, Masdar Helmi, warga Pekon Tanjungan, Pematang Sawa.

Kasus yang menjerat tersangka bermula dari meminjam uang korban dengan agunan sertifikat tanah milik warga yang mengurus program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau Prona. Namun, dalam pelariannya hingga ke Jakarta, MP menggunakan sabu yang dibuktikan dengan hasil tes urine yang mengandung Metafetamine. Rencananya, MP akan mengurus paspor karena berniat menjadi TKI ke Arab Saudi.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Ramon Zamora, mengungkapkan pihaknya menangkap MP, eks kepala pekon Kampungbaru, Kecamatan Pematangsawah yang merupakan DPO perkara penipuan.

"Kami berhasil menangkap DPO penipuan saat tersangka berada di rumah keluarganya di Bandar Lampung dini hari tadi, Kamis (4/3/21) pukul 01.00 WIB," kata Iptu Ramon dalam Konferensi Pers, Kamis 3 Maret 2021.

Iptu Ramon Zamora menjelaskan, kronologis kejadian bermula dari laporan 29 Juni 2020. Kronologinya, pada 19 Juli 2019 tersangka meminjam uang sebesar Rp40 juta kepada Masdar Helmi, korban, dengan jaminan sertifikat tanah. Dalam perjalanan sebelum perkara bergulir, tersangka berjanji mengembalikan uang pada 15 Februari 2020. Singkatnya, uang tidak kembali. Kemudian, kembali terjadi perjanjian pada 6 Maret 2020 dan tersangka tetap tidak membayar. 

Kemudian, pada 25 April 2020, tersangka membuat perjanjian akan mengembalikan uang dan memberikan jaminan kendaraan. Namun, hingga korban melapor ke Polres Tanggamus tanggal 29 Juni 2020, tersangka tidak juga menepatinya.

"Penetapan tersangka pada 18 September 2020. Tersangka datang tanggal 19 September 2020 ke Polres Tanggamus, namun pada 4 Januari 2021 tersangka melarikan diri. Sehingga ditetapkan DPO pada 5 Januari 2021. Hal itu dikuatkan keterangan Pj. Kakon bahwa pada 6 Januari 2021 tersangka sudah tidak ada di tempat," ujarnya.

Usai menangkap tersangka, polisi melakukan tes urine terhadap tersangka. Hasil tes urine tersangka ternyata positif sabu-sabu.

"Pengakuannya memakai sabu-sabu di Kampung Ambon Jakarta sebelum kembali ke Lampung. Kami juga telah berkoordinasi dengan Satresnarkoba terkait hal tersebut," tuturnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti berupa kuitansi, tiga surat perjanjian dan akta jual beli tanah ditahan di Mapolres Tanggamus.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 KUHPidana ancaman maksimal 4 tahun penjara," ujar Ramon.

Sementara itu, tersangka MP dalam penuturannya mengakui bahwa ia meminjam uang kepada korban untuk menutup pembangunan fisik di Pekon Kampung Baru.

"Waktu pinjam untuk membangun fisik di Pekon Kampung Baru, tetapi uang keluar saat saya sudah tidak menjadi Kakon, yang ambil uang (ADD) Pj. Kakon," ucapnya.

MP mengatakan, terkait uang tersebut tidak digunakan untuk membeli sabu-sabu, ia memakai sabu hanya di Jakarta.

"Uang itu enggak dipakai untuk beli sabu-sabu, murni untuk bangunan. Pakai sabu-sabu waktu di Jakarta aja sebelum pulang," kata dia.

MP menambahkan, pelariannya bukan hanya di Jakarta, namun juga ke wilayah Serang Banten untuk menenangkan diri ke salah satu Ponpes di sana. "Sebelum ke Jakarta ke Pondok di Serang untuk menenangkan diri sekitar sebulanan," tandasnya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait