#KORUPSI#DAK

Eks Kadisdik Tuba Ancam Saksi Korupsi DAK

Eks Kadisdik Tuba Ancam Saksi Korupsi DAK
Saksi Aliyus saat menjalani persidangan di PN Tanjungkarang, Jumat, 23 Juli 2021. Lampost.co/Asrul S Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) --Sidang korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 Dinas Pendidikan (Disdik) Tulangbawang kembali berlangsung dengan agenda pemeriksaan saksi di PN Tipikor Tanjungkarang, Jumat, 23 Juli 2021. Total lima saksi yang dihadirkan di persidangan. Seluruh saksi didampingi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Hal itu disebabkan adanya ancaman dari pihak tertentu terhadap saksi yang dihadirkan.


ASN Pemkab Tulangbawang, Revi, mengaku diancam oleh Eks Kepala Disdik Tuba Nasaruddin agar tidak memberikan keterangan ke penyidik Kejari Tulangbawang. Kemudian, Nasaruddin juga mengirimkan orang bernama Heri untuk mengintimidasi. Heri juga mengancam korban, karena namanya masuk ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik saat adanya intimidasi.

"Saya diancam (Nasaruddin) tidak boleh ngomong ke penyidik. Ada juga preman namanya Heri. Dia ancam saya, suami saya," ujar Revi di persidangan, Jumat, 23 Juli 2021. 

Baca juga : Kronologi Korupsi Eks Kadisdik Tulangbawang dengan Kerugian Negara Rp3,6 Miliar

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Rawa Jitu Timur, Aliyus, mengaku sempat dikumpulkan bersama dengan para kepala sekolah lainnya di Kolam Renang milik Nasaruddin di Sukarame pada September 2019. Di situ ada pembahasan beberapa kegiatan Disdik Tulangbawang. Namun, ada juga informasi ihwal akan menarik fee DAK.

"Tapi di kolam renang belum disebutkan berapa nominalnya (persentase)," kata Aliyus.

Belakangan, Aliyus mengaku menyetorkan fee DAK yang nilainya 12,5%. Dari Rp557 juta anggaran yang ia dapatkan selama tiga termin pencairan, Aliyus menyetorkan Rp69 juta ke Guntur selaku pemungut fee. Uang itu nantinya disetorkan ke Nasaruddin.

"Dua kali di hotel di Unit II Tulangbawang. Satu kali di Hotel Sahid. Selain saya, ada beberapa kepala sekolah yang menitipkan ke saya untuk diberikan ke Guntur, cuma nominalnya saya enggak tahu karena sudah dikaretin," paparnya.

Baca juga : Rugikan Negara Rp3,6 Miliar, Mantan Kadisdik Tuba Jalani Sidang Pekan Ini

Namun, keterangan Aliyus dibantah oleh terdakwa Guntur. Penyetoran fee DAK dilakukan di Koperasi BMW tempat Guntur bekerja dan juga di hotel Gatam, Bandar Lampung. Guntur juga menuding dari seluruh fee yang disetorkan ke dirinya, Aliyus hanya menyetorkan sekitar 9%. Hal itu pun kembali dibantah oleh Aliyus.

Sidang selanjutnya dengan agenda keterangan saksi kembali dilanjutkan pada 30 Juli 2021. Dalam perkara ini ada dua terdakwa yakni Eks Kadisdik Tuba Nasaruddin, dan Manajer Koperasi BMW bentukan Disdik Tulangbawang, Guntur Abdul Nasser. Keduanya, merugikan negara dalam korupsi DAK Fisik tahun 2019 senilai Rp3,67 miliar dari fee yang ditarik ke tiap sekolah yakni 12,5% dan beberapa sekolah hanya 10%. 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait