#SAWIT#BERITAMESUJI

Ekonomi Petani Sawit di Mesuji Merangkak Naik

Ekonomi Petani Sawit di Mesuji Merangkak Naik
Petani sawit menjadi salah satu pelanggan terbanyak dalam hal pembelian motor. (Foto: Lampost.co/Ridwan Anas)


Mesuji (Lampost.co) -- Ekonomi masyarakat, terutama petani sawit di Mesuji, mengalami perbaikan karena sudah lebih dari satu bulan harga bahan utama pembuat minyak goreng itu mengalami kenaikan. Keluh kesah sulitnya menghadapi pandemi sedikit dilupakan oleh petani sawit yang tengah menikmati harga Rp2.150 per kilogram. 

Kebutuhan primer dan sekunder mulai diburu. PT TDM Simpangpematang, salah satu dealer motor di Mesuji, mencatat kenaikan penjualan hingga 40 persen di bulan ini. Mereka yang melakukan pembelian didominasi oleh petani padi, karet, dan sawit. 

"Bulan ini dan sebelumnya kami mengalami kenaikan penjualan mencapai 40%," kata Dedi Irawan, pegawai PT TDM Simpangpematang, Jumat, 28 Mei 2021.

Menurutnya, dinas pertanian Mesuji mencatat, luas kebun sawit di Mesuji mencapai 21.600 ha yang dimiliki oleh 14.457 kepala keluarga. 

"Rata rata dalam satu hektare per bulan dapat menghasilkan 1.774 kg sawit. Untuk perhitungan harga, terbesar itu disepakati Rp2.150.27 dan terendah dengan Rp1.673.38," ujar Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Mesuji, Achiri Apriadi, di kantornya, Jumat, 28 Mei 2021. 

Waluyo, petani dari Simpangpematang mengaku jika meningkatnya harga sawit ini memiliki dampak positif bagi perekonomian keluarga. 

"Tentu kami berharap harga bisa terus naik lagi. Ini adalah obat bagi kami yang lebih dari satu tahun terpuruk akibat pandemi Covid 19 ini," katanya.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait