#beritalampung#ekbis#bps

Ekonomi Lampung Tumbuh 5,22 Persen di Triwulan II 2022

Ekonomi Lampung Tumbuh 5,22 Persen di Triwulan II 2022
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan II di 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,22 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Endang Retno Sri Subiyandani mengatakan dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 26,45 persen.

"Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,38 persen," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 5 Agustus 2022.

Dia menjelaskan ekonomi Provinsi Lampung triwulan II-2022 terhadap triwulan I-2022 (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 9,12 persen.

Dari sisi produksi, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,97 persen.

"Kemudian dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,92 persen," kata Endang.

Jika dibandingkan pada semester I tahun 2022 terhadap semester I tahun 2021 (c-to-c), ekonomi Provinsi Lampung mengalami pertumbuhan sebesar 4,07 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha jasa lainnya sebesar 16,37 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran ekspor barang dan jasa sebesar 5,11 persen.

Lapangan usaha Jasa Perusahaan juga mengalami pertumbuhan cukup tinggi sebesar 14,84 persen, diikuti perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor, serta transportasi dan pergudangan yang tumbuh masing-masing sebesar 14,55 persen dan 14,21 persen. Selain itu lapangan usaha pengadaan listrik dan gas juga mengalami pertumbuhan sebesar 11,86 persen.

Sementara itu beberapa lapangan usaha mengalami kontraksi terutama pada lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib yang terkontraksi sebesar 4,81 persen. Selain itu, pertambangan dan penggalian juga mengalami kontraksi sebesar 4,57 persen.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait