Kaleidoskopgiselpandemicovid-19
Kaleidoskop 2020

Efek Pandemi, Harga Masker Menggila hingga Heboh Video Porno Gisel

Efek Pandemi, Harga Masker Menggila hingga Heboh Video Porno Gisel
Dok. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Perekonomian dunia terjerembab di tahun 2020. Tak terkecuali Indonesia. Tamu misterius yang kemudian diketahui bernama Covid-19 jadi penyebabnya.

 

Bak kereta cepat Shinkansen, virus langka yang mulai datang pada awal Maret itu, berhasil melumpuhkan roda ekonomi Indonesia. Seluruh sektor industri merasakan dampaknya.

Industri pariwisata paling telak dipukulnya. Penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah demi menekan angka penyebaran Covid-19, membuat sektor pariwisata mengalami kerugian mencapai Rp85,3 triliun pada periode Januari-Juni.

"Lebih dari 2.000 hotel dan 8.000 restoran tutup. Kerugian dari sektor hotel sekitar Rp30 triliun dan restoran Rp40 triliun. Kemudian kerugian maskapai 812 juta USD atau setara Rp11,3 triliun. Kerugian tour operator mencapai Rp4 triliun," kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI, Selasa (14/7/2020).

Tak hanya pariwisata, sektor hiburan juga mengalami kendala serupa. Dengan ditutupnya pusat-pusat perbelanjaan, cafe hingga bioskop, para pelaku usaha pun menjerit karena terus-menerus merugi. Para artis hingga musisi merasakan efek domino, karena tak ada lagi orderan untuk mengisi acara.

Dari sektor olahraga, sejumlah agenda besar harus mengalah karena korona. Olimpiade Tokyo yang sejatinya digelar Agustus 2020, akhirnya harus dimundurkan ke tahun berikutnya. Pun demikian dengan pesta sepak bola terbesar Eropa, Euro 2020 yang harus tertunda satu tahun.

Di tanah air, kompetisi Liga Indonesia yang baru seumur jagung pun harus turun minum. Liga 1 2020 yang baru berjalan tiga pekan tak bisa dilanjut. PSSI dan PT LIB selaku operator akhirnya memutuskan menunda kompetisi hingga Oktober. Namun, faktanya kasus Covid-19 tak kunjung mereda hingga akhirnya kompetisi Liga 1, Liga 2 dan 3 harus kembali ditunda hingga awal 2021.

New Normal & Go Online

Di tengah segala keterbatasan, masyarakat harus terus bertahan. Detik demi detik, hari demi hari, masyarakat perlahan mulai beradaptasi dengan Covid. Kemudian, muncullah istilah New Normal atau Kenormalan Baru.

Pemerintah menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar rumah. Di era New Normal, masyarakat diwajibkan mengenakan masker dan diimbau untuk menggunakan hand sanitizer atau rajin mencuci tangan.

Hal ini lantas dijadikan peluang mencari untung oleh sebagian orang. Terutama mereka yang berbisnis penjualan masker dan hand sanitizer. Masker dan hand sanitizer tiba-tiba jadi barang langka. Orang harus merogoh kocek dalam untuk mendapatkannya.

Masker yang biasanya dibanderol Rp20.000 - Rp25.000, per boks (1 boks isi 50 masker), melonjak menembus angka Rp300.000. Bahkan, ada yang menjualnya hingga Rp1.500.000. Hal serupa juga terjadi dalam penjualan hand sanitizer.

Pemerintah akhirnya turun tangan. Mulai dari melakukan razia kepada para penimbun, membatasi ekspor, hingga menggandeng UMKM untuk memproduksi masker.

Seiring berjalannya waktu, fungsi masker kemudian tak hanya jadi alat kesehatan. Lebih dari itu, masker menjelma jadi salah satu tren fashion. Tak hanya pelaku UMKM, para pemain besar hingga para perancang busana berlomba membuat masker yang menarik. Tentunya dengan standar kesehatan yang ditetapkan WHO.

Selain masker, vitamin dan hand sanitizer, beberapa sektor yang tumbuh di era New Normal adalah sepeda. Alat transportasi yang sebelum pandemi mulai ditinggalkan, tiba-tiba kembali jadi primadona.

Bersepeda menjadi salah satu pilihan olahraga dan transportasi paling diminati sejak pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Kekhawatiran tertular virus Korona pada saat berada di transportasi umum meningkatkan penggunaan sepeda untuk berangkat ke tempat kerja. Seperti masker, harga sepeda pun kemudian melonjak signifikan.

Industri jual-beli daring atau bahasa kerennya online shop tak ketinggalan ikut mengeruk keuntungan dari pandemi. Pemberlakukan PSBB membuat orang memilih berbelanja secara daring.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), penjualan online pada masa pandemi melonjak tajam bila dibandingkan dengan penjualan di bulan Januari 2020. Per April 2020, penjualan daring meningkat 480% dibandingkan pada awal tahun. Produk makanan dan minuman mendominasi, diikuti produk alat kesehatan dan alat olahraga.

Selain online shop, aplikasi berbasis teknologi seperti Zoom dan Tik Tok juga ikut booming di masa pandemi. Kedua aplikasi ini tercatat sebagai aplikasi yang paling banyak diakses selama pandemi.

Aplikasi virtual meeting Zoom dan semacamnya jadi solusi atas diberlakukannya imbauan "Di Rumah Saja" oleh pemerintah. Kantor-kantor yang tidak bisa beroperasi secara normal memanfaatkan aplikasi ini agar para karyawan bisa tetap berkomunikasi dan menjalankan operasional kantor.

Aplikasi ini juga menjadi jalan keluar bagi dunia pendidikan. Belajar secara daring jadi solusi sekolah yang tidak bisa melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Viral Video Syur 19 Detik, Gisel Tak Berkutik

Di tengah hingar bingar pemberitaan tentang berbagai macam vaksin covid yang akan digunakan pemerintah, pada awal November, publik Indonesia dihebohkan dengan beredarnya video asusila mirip artis ternama, Gisella Anastasia.

Video syur berdurasi 19 detik tersebut kemudian menyebar secara luas di berbagai platform media sosial. Bagi Gisel, ini adalah kali kedua namanya disebut-sebut sebagai pemeran dalam video syur. Sebelumnya, terjadi pada awal Oktober.

Pada kasus pertama, Gisel langsung bereaksi. Dia membantah dan langsung melaporkan video tersebut ke pihak kepolisian. Namun, pada kasus video 19 detik tersebut, mantan istri Gading Marten tersebut, tak banyak bicara.

Setelah beberapa kali dipanggil sebagai saksi, Gisel akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian pada 29 Desember 2020. Penetapan tersebut berdasarkan pengakuan Gisel bahwa dirinya adalah pemeran dalam video tersebut.

Tak hanya Gisel, polisi juga mengumumkan sosok pria dalam video tersebut. Pria tersebut adalah MYD yang kemudian belakangan diketahui adalah Michael Yukinobu Defretes.

Senin, 4 Januari 2021, keduanya bakal dipanggil pihak kepolisian sebagai tersangka. Gisel dan MYD akan dijerat Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 dan atau Pasal 8 jo 34 Undang-undang Nomor 44 tentang Pornografi dan pasal 27 UU ITE dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Selain Gisel, beberapa artis Indonesia juga sempat tersandung kasus video asusila sepanjang tahun 2020. Mereka adalah Jessica Iskandar dan selebgram, Anya Geraldine. Namun, hingga kini belum terbukti kebenaran terkait video syur yang disangkakan mirip Jessica dan Anya.

Di luar skandal video syur mirip artis, tahun 2020 ini juga diramaikan dengan kasus prostitusi online yang dilakukan artis FTV, selebgram, model, hingga penyanyi dangdut Indonesia. Beberapa dari mereka yang diciduk polisi adalah; Hana Hanifa, Vernita Syabilla, ST dan MA, hingga Tania Ayu.
 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait