#tahanankabur

Efek Imbauan Tegas Polda, Dua Tahanan Polsek Natar Ditangkap

( kata)
Efek Imbauan Tegas Polda, Dua Tahanan Polsek Natar Ditangkap
Putra Sanjaya saat diamankan petugas kepolisian usia diserahkan keluarganya. DOk.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dua dari empat tahanan Polsek Natar yang melarikan diri ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Lampung Selatan dan Polres Lampung Timur. Mereka diamankan berkat efek imbauan tegas polisi secara humanis untuk segera menyerahkan diri.

Mereka yang diamankan yakni Sopyan Ali (26) dan Putra Sanjaya (21), yang keduanya warga Desa Bumitinggi, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur. "Iya benar, yang satu diamankan di rumah orang tuanya (Sofyan) jam 10.30 WIB, yang satu diserahkan keluarganya sekitar pukul 17.00," ujar Kapolres Lampung Selatan AKBP Edy Purnomo, Jumat, 14 Februari 2020.

Saat ini, keduanya dalam perjalanan menuju Polres Lampung Selatan untuk diperiksa intensif. "Keduanya kami bawa ke mapolres. Sedangkan yang tiga masih di Polsek Natar, doakan untuk dua lagi supaya tertangkap," ujarnya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menambahkan pihaknya akan terus memburu dua tahanan sisa yang belum tertangkap. “Kami akan terus memburu dua tahanan tersisa ke mana pun juga, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal dunia. Apalagi semangat petugas benar-benar sedang all out seiring tengah digelarnya Operasi Cempaka Krakatau 2020,” katanya, Jumat, 14 Februari 2020.

Dia juga menjelaskan Polda juga sudah melakukan berbagai upaya terkait kaburnya tahanan dari Polsek Natar. Itwasda, Bidpropam, dan Dit Tahti (Direktorat Tahanan dan Barang Bukti) sebagai pembina fungsi teknis ruang tahanan dan barang diturnkan untuk menginvestigasi kejadian tersebut.

“Kami sudah menurunkan tim dari Itwasda, Bidpropam, dan Dit Tahti untuk menginvestigasi kejadian kaburnya tahanan tersebut. Tim menginvestigasi dan mengudit personel yang bertugas, struktur bangunan ruang tahanan, SOP penjagaan tahanan serta kelengkapan administrasinya,” ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...


Berita Terkait



Komentar