#perundungan#perlindungananak

Edukasi Perlindungan Anak di Sekolah Cegah Aksi Perundungan

Edukasi Perlindungan Anak di Sekolah Cegah Aksi Perundungan
Perundungan. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) gencar memberikan edukasi ke sekolah-sekolah tentang perlindungan anak.

Tercatat ada 42 kasus kekerasan terhadap anak hingga 31 Oktober 2022. Jumlah itu meningkat tujuh kasus dibanding bulan sebelumnya. Kasus itu diantaranya sembilan kasus sengketa anak dan empat kasus perundungan.

Ketua Komnas PA Bandar Lampung, Ahmad Apriliandi Passa, mengatakan kunjungan ke sekolah dilakukan untuk mengedukasi perlindungan anak.

"Kami sampaikan tentang hak anak, bullying (perundungan) dan pencegahan kekerasan fisik dan seksual pada anak," ujar Passa, Kamis, 3 November 2022.

Hingga kini, pihaknya mensosialisasikan perlindungan anak ke 10 sekolah dasar (SD) dan sedang mengatur jadwal dan koordinasi dengan pihak terkait lainnya.

"Misalkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PPPA Bandar Lampung maupun dinas terkait tingkat provinsi. Sebab, mereka yang memiliki kewenangan di tingkat SMA untuk melanjutkan penyuluhan itu," kata dia.

Secara khusus, pihaknya mengedukasi terkait perundungan terhadap sesama teman. Perundungan itu dikategorikan menjadi dua, yaitu fisik dan siber.

Bullying fisik berupa memukul, menendang, melukai, meludah, merampas barang, mendorong dan lain-lain.

"Bullying fisik juga bisa dilakukan secara verbal, seperti mengatakan hal-hal kasar yang membuat korban merasa marah atau terintimidasi," katanya.

Kemudian cyber bullying dengan mengirim pesan berisi kata-kata buruk, mengancam atau meneror melalui media sosial. Tindakan lainnya yaitu membuat orang merasa tertekan dan mempermalukan seseorang di depan umum, menyebarkan fitnah, dan gosip.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait