#pekerjamigran#beritalampung

Edukasi Keuangan dan Wirausaha Bekal Pekerja Migran di Kampung Halaman

Edukasi Keuangan dan Wirausaha Bekal Pekerja Migran di Kampung Halaman
Pekerja migran Indonesia. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pekerja migran Indonesia yang habis masa kerjanya di luar negeri harus diedukasi mengenai manajemen keuangan dan wirausaha. Hal itu dapat menjadi bekal untuk meneruskan perekonomian keluarga dan tidak terjerumus ke jurang kemiskinan saat pulang ke kampung halaman. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Wilayah Lampung, Ahmad Salabi, mengatakan pihaknya menjalankan amanat Undang-undang No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. 

Regulasi tersebut bertujuan untuk menjamin pemenuhan dan penegakan hak asasi manusia sebagai warga negara dan PMI. Kemudian juga menjamin perlindungan hukum, ekonomi dan sosial PMI dan keluarganya.

"Sesuai amanat Pasal 35 UU 18/2017 menyebutkan pemerintah pusat dan daerah sesuai kewenangannya wajib melakukan perlindungan ekonomi bagi CPMI dan PMI melalui salah satunya program yang berjalan di UPT BP2MI, yakni edukasi keuangan agar dapat mengelola hasil remitansinya serta edukasi kewirausahaan," kata Ahmad, Jumat, 11 Juni 2021.

Menurut dia, dari berbagai negara-negara tujuan penempatan pekerja migran di dunia, gaji terbesar ada di Korea Selatan. "Dalam sebulan, rata-rata pekerja migran mendapatkan Rp35 juta hingga Rp45 juta termasuk lembur," katanya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait