#dolar#uangpalsu#beritatanggamus

Edarkan Uang Dolar Palsu, Dua Warga Talangpadang Ditangkap Polisi

( kata)
Edarkan Uang Dolar Palsu, Dua Warga Talangpadang Ditangkap Polisi
Puluhan lembar uang dolar palsu yang berhasil disita oleh jajaran Polsek Talangpadang. Foto: Dok


Kotaagung (Lampost.co): Polsek Talangpadang membekuk dua terduga pelaku pengedar uang dolar palsu. Bersama pelaku turut diamankan puluhan lembar uang dolar Amerika Serikat (AS) palsu dengan pecahan 100 dolar.

Kedua pelaku yakni Gigin Saputra (23) dan Agus Darmawan alias Agus (25), keduanya warga Pekon Sukarame, Talangpadang, Tanggamus.

Kapolsek Talangpadang AKP Sarwani mengatakan penangkapan kedua pelaku berdasarkan hasil penyelidikan atas informasi masyarakat tentang adanya uang palsu dolar AS. Polsek kemudian menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan didapatkan 8 lembar yang diduga uang palsu dari tangan Agus.

"Setelah kami melakukan penyelidikan, akhirnya kami berhasil menangkap pengedarnya yakni Agus dan Gigin di Pekon Sukarame, Kecamatan Talangpadang," kata Kapolsek mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Senin, 26 Oktober 2020.

Pihak kepolisian menyita 48 lembar uang dolar palsu yang sempat dijual serta yang masih disimpan. Selain itu juga diamankan uang rupiah pecahan Rp100 ribu sebanyak dua lembar yang merupakan sisa hasil penjualan uang palsu dolar. 

"Pelaku Agus ditangkap pada Sabtu (23 Oktober 2020), lalu kami kembangkan dan menangkap Gigin pada Minggu (24 Oktober 2020) dini hari. Kedua pelaku memiliki hubungan pertemanan," katanya.

Disinyalir peredaran uang dolar palsu ini masih sebatas di wilayah Kecamatan Talangpadang. Akan tetapi bisa saja lebih luas. Pihaknya mempersilahkan bagi warga yang merasa tertipu untuk melaporkan.

Terhadap kedua pelaku dijerat Pasal 244 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama lima belas tahun. 

Kepada penyidik, tersangka Gigin yang bekerja di tempat rongsokan mengaku mendapatkan dolar palsu di tempat kerjanya. Uang tersebut ia temukan di dalam buku di rongsokan. 

"Uang ini lalu saya simpan, kemudian Agus minta 10 lembar," kata Gigin.

Hal ini juga diakui Agus bahwa telah menjual dolar palsu tersebut kepada beberapa orang dengan harga bervariasi, antara Rp300 ribu-Rp800 ribu. Sementara uang hasil penjualan ini tidak disetorkan kepada Gigin.

"Total uang yang saya dapat dari penjualan sebesar Rp1,3 juta. Uangnya saya pakai buat bayar cicilan utang di bank," ujar Agus.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Berita Terkait


Komentar