#internasional#beritainternasional

Dua Warga Palestina Tewas Ditembak dan Dilindas

Dua Warga Palestina Tewas Ditembak dan Dilindas
Prajurit Israel kerap melakukan pembunuhan terhadap warga Palestina. Foto: AFP


Ramallah (Lampost.co) -- Sebanyak dua warga Palestina tewas di tangan Israel dalam dua insiden terpisah. Mereka warga Palestina yang menjadi korban pertama di 2022.

Bakir Hashash, ditembak mati pasukan Israel di dekat kamp pengungsi Balata. Sementara Mustafa Falaneh, dilaporkan dilindas seorang pemukim Yahudi di barat Ramallah.

Baca juga: Inggris Ancam Akui Palestina jika Israel Serobot Tepi Barat

Hashash yang berusia 21 tahun ditembak mati tentara Israel di pintu masuk kamp pengungsi Balata, dekat Nablus. Sementara Falaneh tewas dan seorang pria lainnya dilaporkan dilindas seorang pemukim di barat Ramallah.

“Bakir Hashash ditembak di kepala setelah tentara Israel memasuki pinggiran Nablus di Balata al-Balad,” kata sumber medis dan keamanan Palestina, seperti dikutip Middle East Eye, Kamis 6 Januari 2022.

Sumber keamanan mengatakan, kepada kantor berita Palestina Wafa bahwa tentara Israel melepaskan tembakan ke arah pemuda Palestina. Tembakan itu melukai Hashash yang kemudian meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit Nablus.

Dia adalah orang Palestina pertama yang dibunuh oleh pasukan Israel pada tahun 2022. 

Tentara Israel mengatakan, pasukannya menembak seorang pria bersenjata yang menembaki tentara selama operasi untuk menangkap seorang tersangka buronan di Nablus.

"Seorang korban diidentifikasi," kata tentara, menambahkan bahwa tidak ada korban di antara pasukannya, AFP melaporkan.

Sementara itu, Wafa melaporkan Mustafa Falaneh, ditabrak seorang pemukim di pos pemeriksaan Beit Sira Israel, sebelah barat Ramallah.

Kantor berita itu mengatakan Falaneh, dari desa Safa, sedang melakukan perjalanan ke tempat kerjanya di dalam wilayah pemukiman.

Menurut seorang kerabat, Falaneh, ayah dari seorang gadis berusia satu setengah tahun, sedang menyeberang jalan ketika dia ditabrak oleh pemukim itu.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait