#asusila#pencabulan

Alasan Lanjut Usia, Dua Tersangka Pencabulan Tidak Ditahan

Alasan Lanjut Usia, Dua Tersangka Pencabulan Tidak Ditahan
Ilustrasi: Pixabay.com


Bandar Lampung (Lampost.co) : Karena alasan lanjut usia, dua tersangka pencabulan terhadap T (14) gadis asal Bandar Lampung tidak ditahan. Meski demikian kasus ini terus bergulir dan polisi terus melakukan penyidikan. 

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengungkapkan untuk sementara tersangka tidak ditahan. Alasannya, karena kedua tersangka sudah lanjut usia, kondisi kesehatan memburuk, dan mengantisipasi penyebaran pandemi covid-19.

"Sementara tidak kami tahan, tapi kami pastikan perkara terus berlanjut karena sudah ada tersangka, dan sudah ada penjamin juga dari keluarga," ujar Resky di Mapolres, Jumat, 29 Januari 2021.

Satreskrim Polresta Bandar Lampung resmi menetapkan dua tersangka pencabulan yakni, Paryan (71)  dan Wirja (68) warga Bandar Lampung.

"Sudah kami tetapkan sebagai tersangka dari serangkaian pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti, hingga gelar perkara," ujar di Mapolres, Jumat, 29 Januari 2021.


Dari pemeriksaan keduanya, pelaku mencabuli korban dengan modus memberikan uang tunai sebesar Rp50 ribu. Perbuatan dilakukan sekitar September 2019 hingga September 2020. Diduga sudah berulang kali keduanya mencabuli korban.

"Masih kami lakukan pemeriksaan secara intensif," kata alumnus akpol 2006 itu.
Sejumlah barang bukti yakni berbagai pakaian yang digunakan korban disita sebagai barang bukti. 
Sebelumnya diberitakan, gadis berinisial TA(14), warga Bandar Lampung, diduga menjadi korban asusila oleh beberapa pria dewasa bahkan lanjut usia. Korban kesehariannya putus sekolah dan berdagang kerupuk. Korban  bersama keluarganya didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bandar Lampung,  melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Bandar Lampung pada Selasa 3 November 2020.

Dari keterangan yang disampaikan korban dan keluarganya, setidaknya ada sekitar 14 kali TA menjadi korban asusila sepanjang tahun 2020.

"Perbuatan (asusila) yang dialami korban sudah lima bulan terakhir, perbuatan paling terakhir sekitar tiga minggu yang lalu," katanya.


Korban didampingi LPA Bandar Lampung melaporkan setidaknya empat terduga pelaku, F, M, AA, dan R, dengan LP/B-1/2399/XI/2020/LPG/SPKT/Resta Balam 3 November 2020.

"Korban sempat trauma, keluarganya juga, karenanya kami lakukan pendampingan. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Perlindungan Anak Kota Bandar Lampung, agar dibawa ke rumah Aman," ujar pihak LPA Bandar Lampung yang enggan disebut namanya.

Selain itu, ada dugaan TA juga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang. Sebab korban dijual ke para pelaku oleh temannya sendiri.

"Kami harap segera ditindak dan jangan sampai ada predator anak di kota Bandar Lampung," katanya.


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait