#beritalampung#beritatulangbawang#korupsi

Dua Tersangka Korupsi DD Kampung Hargorejo Dilimpahkan ke Kejari Tulangbawang

Dua Tersangka Korupsi DD Kampung Hargorejo Dilimpahkan ke Kejari Tulangbawang
Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Tulangbawang, Ipda Sabrun melimpahkan dua tersangka kasus korupsi anggaran DD Kampung Hargorejo, Kecamatan Rawajitu Selatan ke Kejari setempat, Senin, 10 Oktober 2022. Lampost.co/Ferdi


Menggala (Lampost.co): Penyidik Unit Tipidkor Satreskrim Polres Tulangbawang melimpahkan dua tersangka kasus korupsi anggaran dana desa (DD) Kampung Hargorejo, Kecamatan Rawajitu Selatan ke Kejaksaan Negeri setempat, Senin, 10 Oktober 2022.

Kedua tersangka yakni mantan Pj kepala Kampung Hargorejo, Deni dan mantan sekretaris Kampung Hargorejo, Sutanto. 

Kasat Reskrim Polres Tulangbawang, AKP Wido Dwi Arifiya Zaen, mengatakan dengan penyerahan kedua tersangka dan barang bukti maka saat ini mereka menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Tulangbawang. 

"Tadi kedua tersangka beserta barang bukti dan uang tunai Rp66 juta sudah kami serahkan ke kejaksaan," kata Wido Dwi Arifiya Zaen, di dampingi Kanit Tipidkor Polres Tulangbawang Ipda Sabrun. 

Baca juga: Angka DBD di Pringsewu Capai 233 Kasus, 1 Orang Meninggal

Wido menjelaskan, hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Tulangbawang, keduanya merugikan negera senilai Rp168.171.433, karena menyelewengkan DD Kampung Hargorejo, Kecamatan Rawajitu Selatan Tahun Anggaran 2019.

"Ada markup nilai dalam pembangunan posyandu dan talud, sehingga menimbulkan kerugian negara," katanya. 

Wido mengatakan, tahun 2019 Kampung Hargorejo mendapatkan anggaran dana desa (DD) Rp 1.324.684.519 bersumber dari APBN, APBD, dan bantuan kabupaten.

"Ketidaksesuaian tersebut yakni terdapat selisih kas, pengeluaran atas pengelolaan APBKam tahun 2019 yang belum di pungut pajak PPN/PPh, terdapat kekurangan pemungutan pajak atas belanja modal alat dan bahan, terdapat kelebihan pembayaran biaya perjalanan dinas, terdapat ketidaksesuaian dalam pekerjaan pembangunan, dan pembelian barang inventaris kampung yang tidak diketahui keberadaannya," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait