#korupsi#bumd

Dua Tersangka Korupsi BUMD Lampung Masuk DPO

Dua Tersangka Korupsi BUMD Lampung Masuk DPO
Kantor Kejati Lampung. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung memasukkan dua nama baru ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka adalah tersangka korupsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Lampung, PT Lampung Jasa Utama (LJU), yakni Andi Jauhari Yusuf selaku direktur utama (Dirut) dan Alex Jayadi, pihak swasta/rekanan.

"Sudah kami tetapkan DPO," ujar Asisten Intelijen Kejati Lampung, Edy Winarko, Minggu, 16 Januari 2022.

Pencarian terus dilakukan dengan menguatkan koordinasi dengan kejaksan lainnya. Ia meminta masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui informasi dan keberadaan para pelaku.

"Sudah dipanggil berulang kali (sebagai tersangka), tapi tidak kooperatif," paparnya.

Baca: Selalu Mangkir, Kejati Akan Umumkan Tersangka Korupsi PT LJU di Koran

 

Berkas perkara kedua pelaku pun masih terus berjalan dan diwacanakan digelar persidangan in absentia alias tanpa kehadiran pelaku.

Sementara itu, data dari Kejati Lampung sepanjang tahun 2021, dua DPO dinyatakan meninggal dunia, satu di antaranya Satono, mantan Bupati Lampung Timur (Lamtim) terkait korupsi APBD Pemkab setempat.

Kemudian, satu DPO menyerahkan diri dan 19 DPO baik pidana umum maupun Khusus masih diburu.

Dalam perkara PT LJU, penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Lampung telah menerima audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung untuk korupsi pengelolaan keuangan. Total kerugian negara mencapai Rp3,158 miliar.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait