#illegallogging#pembalakanliar#beritalampung#persidangan

Dua Sopir Pengangkut 172 Batang Kayu Sonokeling Didakwa 4 Pasal

( kata)
Dua Sopir Pengangkut 172 Batang Kayu Sonokeling Didakwa 4 Pasal
Kedua terdakwa kasus pembalakan liar saat akan menjalani sidang dakwaan. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Lampung mendakwa dua terdakwa kasus illegal logging atau pembalakan liar dengan empat pasal sekaligus dalam persidangan, Selasa 3 Maret 2020. Kedua terdakwa yakni Fauzan dan Dwi Cahyono, warga Lebung Lawe RT 001, RW 003, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan.

Keduanya didakwa melanggar Pasal 83 ayat (1) dan (2) huruf a dan b Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 Ayat (1) ke -1 KUHP.

Jaksa penuntut Umum Ilham Wahyudi mengungkapkan perbuatan kedua terdakwa telah melakukan, atau turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai, dan atau memiliki hasil penebangan dikawasan hutan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal tersebut.

Jaksa mengatakan berdasarkan hasil pengukuran oleh ahli dari Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Hutan Produksi Wilayah VI Bandar Lampung, setelah dilakukan pengukuran dan identifikasi terhadap jenis kayu yang diangkut terdakwa yaitu kayu bulat sebanyak 172 batang, dengan total kubikasi seluruhnya 4,39 meter kubik. Seluruhnya merupakan kayu sonokeling yang merupakan kelompok kayu indah II.

Jaksa megatakan berawal terdakwa dihubungi oleh Rohim (DPO) menawarkan kepada terdakwa untuk mengangkut kayu dari Pekon Margosari, Kabupaten Pringsewu ke Jepara, Jawa Tengah dengan ongkos muatan Rp7 juta.

"Rohim mengatakan kepada terdakwa Fauzan bahwa muatannya dua mobil sehingga terdakwa menghubungi terdakwa Dwi, mengajaknya untuk mengangkut kayu ke Jepara. Dwi menyetujuinya. Selanjutnya kedua terdakwa mengangkut kayu terersebut," kata Jaksa.

Keduanya berangkat menuju Margosari sampai di Pekon Banyumas kedua terdakwa bertemu Rohim dan diperintahkan untuk menunggu. Sekitar pukul 19.00 WIB, Rohim menghubungi terdakwa untuk berangkat menuju Pekon Margosari. Saat tiba di Pekon Margosari, Dusun Margosari II, terdakwa diarahkan untuk maju sembari berkata "Nanti ada yang mencegat dipinggir jalan".

Sekitar 15 menit mobil yang dikendarai oleh terdakwa disetop, lalu mobil yang dikendarai oleh saksi  diantar oleh seseorang untuk memuat kayu. Sekitar 5 menit, terdakwa menunggu kemudian seseorang yang mengantar terdakwa meminta terdakwa untuk mengikutinya dan berhenti di Jalan Pekon Margosari, Dusun Margsari III untuk memuat kayu.

"Usai memuat kayu keduanya berangkat. Ditengah perjalanan tepatnya dipertigaan sebelum Pasar Banyumas, petugas Polhut menyetop dua kendaraan yang mengangkut kayu sonokeling itu," kata Jaksa.

Terdakwa mengatakan mobil yang dikendarai mengangkut kayu sonokeling selanjutnya ditanyakan surat-surat atau dokumen hasil hutannya, namun terdakwa mengatakan tidak ada dokumen resmi.

"Kayu yang dibawa terdakwa merupakan milik Rohim yang mengiring kedua terdakwa dari belakang. Pada saat mobil disetop oleh petugas, Rohim melarikan diri. Menurut informasi kayu yang dibawa dari kawasan hutan lindung," kata Jaksa.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Berita Terkait


Komentar