#narkoba#kriminal#beritalampung

Dua Residivis Narkoba Ditangkap, Satu Dihadiahi Timah Panas

Dua Residivis Narkoba Ditangkap, Satu Dihadiahi Timah Panas
Barang bukti yang diamankan dari pelaku. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap seorang pengedar narkoba, bernama Apriyanto (30), warga Bumiwaras, Telukbetung Selatan; dan Edi Sutisna (37) warga Kelurahan Sukaraja, Telukbetung Selatan.

Keduanya ditangkap pada 16 November 2020 di tempat yang berbeda di Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.

"Dua pengedar berstatus residivis, kita tangkap," ujar Dirresnarkoba Polda Lampung Kombespol Kombespol Adhi Purboyo, melalui Kasubdit I AKBP Hendriansyah, Jumat, 27 November 2020.

Dia menerangkan awalnya aparat menangkap salah satu pelaku (Apriyanto) di parkiran Permata Bank di daerah Bumiwaras pada Senin, 16 November 2020 sekitar pukul 14.00 WIB. 

Dari tangan Apriyanto, disita tiga bungkus plastik klip kecil yang berisikan sabu, sabu buah sendok, satu buah gunting kecil, satu buah timbangan digital, dan satu unit handphone.

"Kami lidik dapat informasi dari masyarakat, kemudian kita tangkap (Edi Sutisna)," ujarnya.

AKBP Hendriansyah mengatakan dari keterangan Apriyanto, polisi melalukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya yakni Edi. Saat penangkapan di Jalan Ikan Tembalang, Sukaraja, Edi sempat melawan dan hendak merebut pistol milik anggota, akhirnya ia dihadiahi timah panas di bagian kakinya.

"Dia itu (Edi) melawan. Anggota saya sudah lepaskan tembakan peringatan ke udara, tapi masih saja kabur. Anggota mengejar dan masih saja terus berlari hingga akhirnya anggota mengambil tindakan tegas terukur dan terarah," kata dia.

Dari Edi, disita barang bukti berupa 6 bungkus plastik klip kecil berisikan sabu, 3 bundel plastik klip kosong, dan uang tunai Rp5 juta.

"Setelah kita periksa si Edi, dia mendapat sabu itu dari seseorang. Jadi pemasok barang haram ke Edi masih kita kejar," katanya.

Keduanya dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) subsider 112 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait