#KORUPSI#BERITALAMPUNG

Dua Pensiunan ASN Lampura Divonis Dua Tahun Penjara

Dua Pensiunan ASN Lampura Divonis Dua Tahun Penjara
Keluarga terdakwa Adip Sapto tergeletak pingsan usai putusan dibacakan di persidangan, Senin, 14 Juni 2021. Lampost.co/Asrul S Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dua terdakwa korupsi sumur bor di Lampung Utara yakni Rusdie Baron (61) , warga Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara dan Adip Sapto Putranti (61), warga Kelapatujuh, divonis dua tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 4 bulan penjara oleh majelis hakim PN Tipikor Tanjungkarang, Senin, 14 Juni 2021.

"Menjatuhkan pidana dua tahun penjara," ujar majelis hakim di persidangan.

Selain itu, keduanya juga dijatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sekitar Rp147 juta, sisa dari pembayaran uang pengganti Rp491 juta dengan total kerugian awal sekitar Rp638 juta.

"Dalam satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita dan dilelang. Bila uang pengganti tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana sembilan bulan," katanya.

Hal yang memberatkan kedua terdakwa yakni tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Hal yang meringankan keduanya berlaku sopan di persidangan. Vonis tersebut ternyata lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni 1 tahun 5 bulan penjara.

Usai persidangan, kedua penasehat hukum terdakwa mengatakan pikir-pikir terhadap penuntutan tersebut.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hardiansyah juga pikir-pikir terhadap vonis tersebut.

"Kami akan berdiskusi dulu dengan tim terkait langkah selanjutnya. Misalnya, menerima putusan atau mengajukan upaya hukum," paparnya.

Dalam perkara tersebut keduanya merugikan negara hingga Rp638 juta atas kegiatan Pembangunan Irigasi Tanah Dalam atau sumur bor di 25 titik pada tahun anggaran 2015 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Keduanya yakni Rusdie Baron menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Adip Sapto Putranto selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). 

Keduanya telah mengembalikan kerugian negara berupa uang titipan sebesar Rp321.468.322, yang ada pada Kejari Lampung Utara, dan Rp170.615.541 pada kas Daerah Lampung Utara. Saat proses pembacaan putusan, terlihat salah satu keluarga terdakwa Adip Sapto, menangis di ruang sidang. Bahkan, usai putusan dibacakan ia menangis meronta-ronta, hingga tergeletak sambil menangis di persidangan.

"Siapa yang harus ganti uang penggantinya, harusnya Rusdie Baron," kata wanita berhijab yang menggunakan baju bewarna coklat tersebut. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait