#pencurianperhiasan#kriminal

Dua Penggasak Perhiasan dengan Pura-Pura Periksa Kesehatan Diringkus

( kata)
Dua Penggasak Perhiasan dengan Pura-Pura Periksa Kesehatan Diringkus
Dua pencuri emas dengan modus petugas Dinas Kesehatan bandar Lampung untuk memeriks kesehatan warga diringkus Polsek Sukarame. Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Unit Reskrim Polsek Sukarame meringkus dua pelaku pencurian emas bernama Gito Bastian (43), warga Jatimulyo, Lampung Selatan, dan Mahadi (47), warga Jagabaya 2, Way Halim. Keduanya mencuri dua buah cincin emas milik Sri Tri Purwigati, warga Gunungsulah, pada 10 Februari 2020.

Kapolsek Sukarame Kompol Evinater Sialagan mengatakan modus yang digunakan pelaku yakni berpura-pura menjadi petugas Dinas Kesehatan Bandar Lampung. Pelaku menipu korban dengan cara memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti kolestrol, tensi darah, dan lainnya, menggunakan alat yang ternyata alat pijat getar yang bisa ditemukan di toko-toko biasa.

"Lalu mereka ini mengelabui korban dengan cara ngomong kalau masih ada benda metal, perhiasan emas misalnya alatnya enggak bisa berfungsi, disitulah mereka meminta korban melepaskan perhiasannya. Usai dilepas, korban pura-pura diperiksa, lalu salah satu pelaku mengganti emas korban dengan emas imitasi yang sudah disiapkan," ujar Kapolsek, Minggu, 12 Juli 2020.

Aparat masih mengembangkan kasus tersebut karena dikhawatirkan ada korban lainnya yang sudah dikelabui kedua pelaku.

Gito merupakan residivis dan pernah dipenjara dengan tindak pidana pencurian menggunakan modus yang sama. "Mereka berbagi tugas, tersangka Gito yang ambil emasnya, yang satunya mengalihkan dengan pura-pura periksa kesehatan," katanya.

Sementara Mahadi mengaku emas tersebut dijual murah, yakni Rp400 ribu per gramnya. Hasilnya ia pakai untuk foya-foya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar