#tamankehati

Dua Penebang Pohon di Taman Kehati Terancam Pidana

Dua Penebang Pohon di Taman Kehati Terancam Pidana
Petugas memeriksa pohon yang ditebang dua warga di Taman Kehati Lumbok Seminung.Dok.


Liwa (Lampost.co) -- Satuan Polisi Pamong Praja Bidang Penegakan Perda dan Perbup bersama penyidik Satpol PP memeriksa dua pelaku penebangan pohon dalam kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kecamatan Lombok Seminung, Rabu, 22 April 2020. Pemeriksaan untuk pemberkasan perkara tindak pidana pelanggaran perda.

PPNS Sat Pol PP Lambar memanggil dan memeriksa S dan R sebagai pelaku penebangan pohon di Taman Kehati kompleks Hotel Lombok Seminung Resort milik Pemkab Lambar itu. Petugas juga memintai keterangan sejumlah saksi.

Kabid Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP Lambar Sukardi mendampingi Kasat Pol PP Haiza Rinsa, mengatakan pelaku menebang dua batang pohon jenis handeriyung di kawasan Taman Kehati milik Pemkab Lambar.

Jenis kayu handeriyung tersebut sering dijadikan bahan untuk pembuatan perahu oleh masyarakat setempat. Namun, kayu itu merupakan tanaman dalam kawasan Taman Kehati yang tidak diperbolehkan untuk ditebang.

Kayu handeriyung yang ditebang kedua pelaku sudah menjadi lima buah perahu setengah jadi. Kini barang bukti itu sudah diamankan PPNS Satpol PP Lambar.

Menurut dia, S dan R telah melanggar peraturan daerah sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum sebagaimana dalam Pasal 8 hurup (c) yaitu setiap orang dilarang untuk menebang, memotong pohon dan tanaman yang tumbuh di sepanjang jalur hijau dan taman kota.

Atas pelanggaran perda tersebut, kedua tersangka diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp25 juta.

Sukardi mengimbau agar masyarakat memahami perda sehingga ke depan tidak terjadi lagi adanya pelanggaran yang dapat merusak kawasan taman Kehati.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait