#tambangpasir#galianC

Dua Penambang Pasir Ilegal di Lampung Utara Ditangkap

Dua Penambang Pasir Ilegal di Lampung Utara Ditangkap
Polres Lampung Utara menangkap para pemilik usaha pertambangan galin C tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Rabu (6/10/2021). Dok Polres


Kotabumi (Lampost.co) -- Jajaran Polres Lampung Utara kembali mengamankan dua orang dalam kasus penambangan galian C (pasir) diduga ilegal di wilayah Lampung Utara, Rabu, 6 Oktober 2021.

Keduanya yakni pemilik lahan berinisial AM (47), warga Desa Pagar, Blambangan Pagar, Lampung Utara; dan GND (50), pemilik mesin alkon warga Desa Pagar Gading, Blambangan. Mereka ditangkap karena tidak memiliki izin usaha yang sah alias ilegal.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Eko Rendi Oktama mengatakan petugas kembali mengamankan dua warga yang diduga melakukan penambangan galian C tanpa izin atau dilengkapi surat surat yang sah. Sebelumnya, petugas juga menangkap sejumlah warga dalam kasus yang sama di Abung Selatan, Lampung Utara.

"Selain mengamankan dua orang, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit kendaraan truk colt diesel BE-8294-NP bermuatan pasir dan satu unit mesin alkon penyedot pasir serta empat buah alat sekop berikut uang tunai Rp250 ribu," kata dia.

Menurutnya, modus yang mereka lakukan yakni melakukan penambangan galian C dengan cara menyedot pasir di pinggir sungai hingga membentuk lubang. Aktivitas mereka dinilai merusak lingkungan. 

"Mereka dijerat melangar UU nomor 4 tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor tahun 2009 yang mengatur tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman lima tahun penjara," tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Polres Lampung Utara menangkap dua orang pemilik lokasi dan kendaraan mobil yang digunakan untuk mengangkut tanah yang diduga melakukan penambangan galian C di daerah Dusun Tajung Agung, Kembang Tajung, Abung Selatan, Lampung Utara, Jumat, 1 Oktober 2021.

Mereka yang diamankan dan telah ditetapkan menjadi tersangka yakni pemilik lokasi tanah berinisial KRT (42) warga Desa Kembang Tajung, Abung Selatan, dan sopir truk pengangkut tanah berinisial YD (31), warga Kelurahan Kotabumi Ilir, Kotabumi.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait