#brigadirj

Dua Pekan, Komnas HAM Targetkan Laporan Kasus Brigadir J Selesai

Dua Pekan, Komnas HAM Targetkan Laporan Kasus Brigadir J Selesai
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (tengah) saat memberikan keterangan pers di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Jumat, 12 Agustus 2022. (Foto: Medcom.id/Siti Yona)


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menargetkan laporan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J diselesaikan dalam dua pekan. Ini setelah Komnas HAM melakukan beberapa pemeriksaan terhadap pihak terkait.
 
"Paling lama dua minggu," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat memberikan keterangan pers di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Jumat, 12 Agustus 2022.
 
Dia menjelaskan, laporan itu akan menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan kepada para pihak sesuai amanat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999.

"Komnas HAM dalam pemantauannya harus membuat laporan kepada Presiden, DPR RI, dan tentu saja kepada pihak terkait," katanya.

Ferdy Sambo diperiksa di satu ruang khusus oleh Komnas HAM sejak pukul 15.00 WIB. Selain Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, hadir pula dua komisioner lainnya yakni Mohammad Choirul Anam dan Beka Ulung Hapsara.

Baca juga: Komnas HAM Belum Temukan Ada Pelecehan Seksual Terhadap Istri Sambo


Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan dalam pemeriksaan itu, pihaknya menguji sejumlah pertanyaan di antaranya apakah saat Sambo tiba di tempat kejadian perkara (TKP) Duren Tiga, Brigadir Yosua dalam kondisi hidup atau sudah meninggal. 
 
"Sambo menjawab jika masih hidup," ujarnya pula.
 
Selain itu, Sambo juga mengonfirmasi dan pendalaman terkait peristiwa yang terjadi di Magelang. Dari konfirmasi yang dilakukan, Anam mengatakan ada komunikasi Sambo dan istrinya sehingga memengaruhi peristiwa yang terjadi.
 
Dia menegaskan kasus tersebut semakin terang dan berharap keadilan dan proses penegakan hukum secepatnya dapat dilaksanakan.
 
Sebelumnya, Tim Khusus Polri menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J dengan sangkaan pembunuhan berencana, keempatnya terancam dengan pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait