#korupsi#danadesa

Dua Pejabat Dinas PMD Lampura Terjerat Korupsi

Dua Pejabat Dinas PMD Lampura Terjerat Korupsi
Suasana konferensi pers penangkapan tersangka di Mapolres Lampura. Lampost.co/Hari Supriyono


Kotabumi (Lampost.co) -- Polres Lampung Utara (Lampura) menangkap dua oknum pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan seorang rekanan dalam kasus dugaan korupsi dan gratifikasi dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) kepala desa yang digelar beberapa waktu lalu.


Kapolres Lampura, AKBP Kurniawan Ismail mengatakan, pihaknya telah menetapkan tiga tersangka yakni oknum Kepala Bidang dan Kepala Seksi di Dinas PMD Lampura IA dan NG serta rekanan penyelengara kegiatan, yakni NF, warga Bekasi, Jawa Barat.

"Mereka ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan korupsi dalam gratifikasi," ujar Kapolres saat konferensi pers penetapan tersangka, Rabu, 27 April 2022. 

Baca: Tilap Sejumlah Proyek, Kades di Lamtim Didakwa Rugikan Negara Rp179 Juta

 

Kapolres juga mengaku telah memeriksa sejumlah saksi, salah satunya Kepala Dinas PMD Lampura.  

"Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain," katanya.  

Polres Lampura telah melakukan penyelidikan terhadap kegiatan bimtek yang diikuti sebanyak 202 kepala desa di Dinas PMD Lampura.  Para kepala desa tersebut dipungut uang pendaftaran sebesar Rp7,5 juta/orang. Bimtek dilaksanakan selama tujuh hari Hotel Horison Bandar Lampung pada 26-27 Maret 2022 dan di Bandung, Jawa Barat pada 28-31 Maret 2022.

"Para peserta membayar dari anggaran dana desa (DD)," terangnya.  

Dia menyebut jumlah uang yang terkumpul mencapai Rp1.515.000.000 yang di dalamnya kuat terjadi penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara.

Dari penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa tiga lembar surat lembaga Bina Pengembangan Potensi dan Pengembangan Desa (BPPID) perihal bimtek pratugas, empat lembar perihal permohonan pendampingan bimtek pratugas kepala desa dan pembekalan wawasan kebangsaan, satu rangkap laporan transaksi finasial, enam unit ponsel berbagai merek,  satu ponsel Iphone 11 Promax, satu laptop, satu buku rekening BCA, satu kartu ATM, dan uang tunai Rp36 juta. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait