#smep#pasar

Dua OPD Saling Lempar Soal Pasar SMEP

Dua OPD Saling Lempar Soal Pasar SMEP
Proyek Pasar SMEP di Kota Bandar Lampung. MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Proyek pembangunan gedung pasar SMEP yang menelan anggaran hingga Rp25 miliar itu menjadi bola panas di antara dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bandar Lampung.

Dinas Pekerjaan Umum setempat mengaku telah menyelesaikan pekerjaan dan membuat berita acara mengenai pelimpahan SMEP ke Dinas Perdagangan. Namun berita acara itu tidak diketahui kapan dibuatnya.

Baca juga: SMEP Molor Terus, Eva Dwiana: Tunggu Tanggal Mainnya

“Sudah selesai, tinggal pemeliharaan sedikit. Berita acara penyerahan juga sudah dibuat, lupa kapan tanggalnya,” kata Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan di gedung satu atap, Kamis, 2 September 2021.

Menanggapi kotornya pasar SMEP, Iwan mengaku pihaknya telah melakukan pembersihan beberapa waktu lalu.

“Kemarin yang kotor sudah dibersihkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Adiansyah mengatakan bahwa pihaknya belum menerima secara resmi penyerahan gedung SMEP dari Dinas PU. Namun, mengenai berita acara penyerahan Adiansyah membenarkannya.

“Itu kan masih dalam pemeliharaan, jadi belum bisa kami apa-apakan gedungnya. Pemeliharaan sampai kapan, silahkan tanya ke pihak PU ya,” kata dia.

Adiansyah mengatakan meski SMEP sudah selesai masa pemeliharaan dan diserahkan oleh Dinas PU, pihaknya belum bisa berjanji kepada pedagang untuk waktu penempatan. Status PPKM Kota Bandar Lampung menjadi alasan dibaliknya.

“Tidak dalam waktu dekat, karena masih dalam PPPKM dan tidak bisa mengumpulkan pedagang. Nanti kalau PPKM selesai, pemeliharaan selesai, gedung diserahkan secara resmi. Kami akan memikirkan penempatan pedagangnya,” kata Adiansyah.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait