prostitusionlineartis

Dua Mucikari Penyalur Artis Vernita Syabila Jadi Tersangka

( kata)
Dua Mucikari Penyalur Artis Vernita Syabila Jadi Tersangka
Polresta Bandar Lampung menetapkan dua orang mucikari penyalur artis Vernita Syabila sebagai tersangka prostitusi online, Kamis, 30 Juli 2020. Zainudin


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung menetapkan dua orang mucikari penyalur artis Vernita Syabila sebagai tersangka prostitusi online. Sementara Vernita, dan pria pemesan berinisial S masih berstatus saksi.

Kedua mucikari tersebut adalah Meilianita Nur Azi (21), warga Tambora, Jakarta Barat, dan Maila Kaisa (31), warga Pemalang, Jawa Tengah. Dari pemeriksaan petugas, keduanya mendapat fee sebesar Rp10 juta. Dimana masing-masing mendapat Rp5 juta, dari total Rp30 juta tarif jasa Vernita Syabila. Mereka diketahui sudah di Bandar Lampung sejak 28 Juli 2020, pukul 13.00.

Baca juga: Pemesan Artis VS Tanggung Akomodasi Hingga Tes Rapid

"Modus dua mucikari menawarkan jasa prostitusi via HP, kepada calon penerima jasa dengan terlebih dahulu mentransfer sejumlah uang yang telah ditetapkan, dan wajib mempersiapkan akomodasi serta fasilitas yang disepakati," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis 30 juli 2020.

Selain itu, tersangka Melianita setelah di test urine ternyata positif mengkonsumsi sabu dan ekstasi. Selain itu Vernita Syabila maupun pemesan berinisial S, masih berstatus saksi.

"Diputuskan hasil gelar perkara ditetapkan dua tersangka MK dan MNa. Sementara RH alias VS masih saksi dan akan dikembangkan," katanya.

Selain itu barang bukti yang diamankan, yakni uang Rp15 juta, bukti transfer Rp15 juta, bukti transfer bank Rp1 juta, nota booking salah satu kamar hotel, dan satu kotak alat kontrasepsi dan 3 buah HP.

Sementara Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Yan Budi Jaya mengatakan, mucikari menawarkan melalui media sosial, terhadap artis tersebut sehingga dilakukan pemesanan, dan disepakati di Kota Bandar Lampung.

"Pada saat diamankan antara si pemesan dan pekerja seni sudah dalam suatu kamar di hotel tersebut," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait