#korupsi#hukum#beritalampung

Dua Mantan KPPK Tanggamus Dituntut 18 Bulan Penjara

Dua Mantan KPPK Tanggamus Dituntut 18 Bulan Penjara
Sidang. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Dua mantan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) asal Kabupaten Tanggamus dituntut 1 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin, 8 Februari 2021. Pasalnya, kedua terdakwa itu melakukan pemotongan dana kegiatan Pemilu dan merekayasa laporan penggunaan anggaran.

Kedua terdakwa yakni Rustam mantan ketua PPK Limau dan Bellyafrian Syah mantan Ketua PPK Gunung Alip.

Dalam dakwaannya, Jaksa Arinto Kusumo mengatakan Rustam memotong dana operasional Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Limau tahun 2019. Selain itu merekayasa laporan agar nilainya sesuai dengan yang tercantum dalam Daftar Isian Pengguna Anggaran (DIPA) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanggamus.

"Terdakwa memotong dana operasional untuk kepentingan pribadi sebesar Rp79 juta dan membuat surat pertanggungjawaban yang tidak sesuai dengan realisasinya," katanya.

Demikian juga kepada terdakwa Bellyafrian Syah yang memotong anggaran Pemilu 2019 sebesar Rp55 juta. Terdakwa mengambil tupoksi Sekretaris PPK dengan menyalurkan sendiri dana operasional KPPS. Terdakwa kemudian memotong dana operasional dan membuat surat pertanggungjawaban palsu agar nilainya sama dengan DIPA. "Pemotongan dana ini dilakukan terdakwa untuk kepentingan pribadi," ujar JPU.

Di samping pidana penjara, kedua terdakwa juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara. Rustam mengembalikan sebesar Rp5 juta dan masih harus membayar sisanya yaitu Rp74 juta. Sementara Bellyafrian Syah membayar uang pengganti Rp36 juta dan tersisa Rp19 juta.

Uang pengganti harus dibayarkan dalam kurun waktu satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Jika belum tertutup sepenuhnya maka harta benda terdakwa akan di sita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Bila tidak ada harta yang bisa dilelang akan diganti dengan hukuman penjara selama 9 bulan.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait