#curanmor#beritakriminal#beritalampung

Dua Kelompok Curanmor Diringkus, 6 Pelaku Buron

Dua Kelompok Curanmor Diringkus, 6 Pelaku Buron
Tersangka curanmor dihadapan petugas Polsek Tanjungkarang Barat. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polsek Tanjungkarang Barat meringkus tiga pencuri sepeda motor (curanmor) dari dua kelompok berbeda. Namun, kedua komplotan tersebut saling berkaitan dalam aksinya.

Ketiganya adalah Peren Gusnands (22), warga Sumber Rejo, Kemiling, Dedi Kurniawan (30), Darmawan (21), warga Desa Negarabatin, Jabung, Lampung Timur.

Wakapolsek Tanjungkarang Barat, AKP Hasanudin, mengatakan penangkapan itu berdasarkan laporan kehilangan motor pada 25 Februari 2021 lalu di Jalan Karet, Kemiling. "Pelaku menggasak motor tetangganya pakai kunci T," ujarnya, Senin, 1 Maret 2021.

Dari pemeriksaan, Peren mengaku beraksi dengan dua rekannya berinisial AZ (24) dan DR (28) yang tengah buron. Untuk itu, petugas menggerebek rumah rekannya tersebut yang ternyata sudah melarikan diri.

Namun, di lokasi tersebut ada dua orang mencurigakan yang diperiksa ditemukan kunci letter T, dua buah senjata tajam, dan pembuka magnet dari tangan Dedi dan Darmawan. "Dua orang ini kami periksa ternyata ada LP pencurian motor juga di wilayah hukum kami," paparnya.

Peren dengan dua rekannya AZ dan DR tercatat mencuri motor sebanyak dua kali di sekitar Jalan Karet pada 19 dan 25 Februari 2021.

Sedangkan Dedi dan Darmawan melakukannya dengan AP, ON, CR dan AR yang berstatus DPO. Komplotan tersebut menggasak tiga unit motor selama Januari--Februari 2021, di Tanjungkarang Barat dan Kemiling. "Masih kami buru DPO dan dalami keterkaitan dua kelompok ini, meski berbeda," katanya.

Peren Gusnanda mengaku melakukan aksinya di 3 lokasi, yaitu Pasar Panjang, Jalan Karet, dan Gang Vanili, Kemiling, Bandar Lampung. “Saya butuh uang, waktu itu kebetulan lewat di dekat rumah tetangga, lalu saya ambil,” katanya.

Sedangkan Dedi Kurniawan mengaku komplotannya kerap membawa senjata api dan senjata tajam saat beraksi. “Tapi yang bawa senjata api teman saya (DPO),” katanya. 

Dedi juga mengaku pernah tertangkap pada 2006 lalu, karena kasus pencurian. Saat itu, Dedi dihukum penjara selama 3 tahun. 

Atas tindakan itu, ketiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman penjara selama 7 tahun.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait