pilkadaTPSKorona

Dua Kali Rapid Test Reaktif, 19 Pengawas TPS di Lamsel Diganti

Dua Kali Rapid Test Reaktif, 19 Pengawas TPS di Lamsel Diganti
Salah satu Pengawas TPS di Lampung Selatan saat menjalani pemeriksaan rapid test belum lama ini. Dok. Lampost


KALIANDA (Lampost.co) -- Sebanyak 19 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Lampung Selatan dilakukan pergantian antar waktu (PAW). Pergantian tersebut setelah dinyatakan dua kali reaktif usai menjalani rapid test.

Hal tersebut diungkapkan, Koordinator Divisi Sumberdaya Manusia dan Organisasi (SDMO) Bawaslu Lamsel, Fakhrur Rozi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat malam, 4 Desember 2020. Dia mengatakan pihaknya telah memproses PAW 19 PTPS.

"Setelah menjalani pemeriksaan rapid test sebanyak dua kali dan hasilnya sama reaktif, maka Kesimbilan belas PTPS itu dilakukan PAW atau pergantian. Mereka diganti oleh calon PTPS yang nonreaktif," kata dia.

Menurut Fakhrur Rozi, pihaknya melaksanakan rapid test pertama terhadap 1925 PTPS pada tanggal 27 November 2020. Dimana, hasil rapid test pertama menemukan 37 PTPS yang dinyatakan reaktif.

"Sesuai dengan petunjuk Bawaslu Republik Indonesia bahwa harus dilakukan dua kali rapid test. Untuk itu, terhadap 37 PTPS yang dinyatakan reaktif dilakukan rapid test yang kedua pada tanggal 2 Desember 2020 lalu," ujarnya.

Setelah rapid test kedua, kata Fakhrur Rozi, pihaknya menemukan 19 peserta yang dinyatakan reaktif. Sesuai prosedur, ke-19 PTPs iti diganti dengan metode PAW.

"Kesimbilan PTPS pengganti antarwaktu itu sama dilakukan rapid tes pada tanggal 3 Desember 2020. Alhamdulillah semua PTPS di Lamsel dinyatakan nonreaktif dan dinyatakan boleh melaksanakan pengawasan di TPS pada 9 Desember 2020," ujarnya.

Sementar itu, Ketua Bawaslu Lamsel, Hendra Fauzi mengatakan rapid test tersebut dilakukan dalam rangka memastikan jajaran PTPS yang akan bertugas di TPS itu bebas dari paparan virus covid-19.

"PTPS ini yang akan bersentuhan langsung dengan masyarakat di TPS pada hari pemungutan dan penghitungan suara pada 9 Desember 2020. Mereka ini harus betul-betul sehat sehingga tidak menyebabkan klaster baru penyebaran virus Corona," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait