upaluangpalsu

Dua Kakek Ini Simpan Rp800 Juta Uang Palsu

Dua Kakek Ini Simpan Rp800 Juta Uang Palsu
Polsek Pondok Aren melakukan konferensi pers pengungkapan uang palsu sebanyak Rp800 juta, Selasa, 24 November 2020. Medcom.id/ Farhan Dwitama


Tangerang (Lampost.co) -- Dua pria lanjut usia asal Kota Bekasi dan Tangerang, berinisial SS, 60, dan SMN, 71, ditangkap Polsek Pondok Aren, Polres Tangerang Selatan. Keduanya ditangkap karena menyimpan uang palsu pecahan Rp100 ribu dengan total 8.000 lembar.

 

"Kita tangkap dua orang berinisial SS, 60 asal Pondok Gede, Kota Bekasi dan SMN, 71, asal Kunciran, Kota Tangerang. Dari keduanya kami sita uang palsu sebanyak 8000 lembar. Uang pecahan Rp100 ribu rupiah," kata Kapolsek Pondok Aren, AKP Riza Sativa, di Mapolsek Pondok Aren, Selasa, 24 November 2020.

Riza menjelaskan pengungkapan kasus itu bermula dari adanya informasi yang didapat terkait penyimpanan uang palsu dalam jumlah besar. Dari informasi tersebut, Polisi kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mendapati rumah pelaku SS dengan pecahan Rp100 ribu sebanyak 8.000 lembar.

Dari tersangka SS, Polisi kemudian melakukan pengembangan dan mengaku mendapat dari pelaku SMN yang tinggal di kawasan Kunciran, Kota Tangerang.

"Di rumah pelaku SMN, pelaku mengakui bahwa pasokan upal di rumah SS, dari dirinya. Kemudian SMN mengaku mendapat uang palsu itu dari seorang DPO berinisial J," jelas Kapolsek.

Menurut Riza kedua pelaku saat ini terbukti melakukan penyimpanan terhadap uang palsu. Keduanya disangkakan pasal 36 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar

Sementara SMN mengaku mendapat uang palsu dalam jumlah banyak itu dari teman yang baru dia kenal. "Dapat dari J, dia baru saja saya kenal. Saya membeli Rp50 juta dengan uang aslindan saya mendapat 8000 lembar. Itu buat saya membayar utang," ungkap SMN.

Polisi hingga kini masih mendalami kasus tersebut, pihaknya juga tengah memburu pelaku J, diduga selaku pemasok uang palsu. "Kalau kaitannya untuk pilkada belum, belum ada unsur ke situ," ujarnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait