#BMKG#GEMPA#BERITALAMPUNG

Dua Hari, Tanggamus Digoyang 220 Gempa

Dua Hari, Tanggamus Digoyang 220 Gempa
Peta titik gempa bumi di Wilayah Tanggamus. Dok BMKG


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi tektonik di Wilayah Tanggamus, mencapai 220 kali getaran sepanjang Kamis,1 Juli 2021 hingga Jumat Malam, 2 Juli 2021 pukul 20.00 WIB. 220 kali gempa tersebut sesuai laporan daftar gempa bumi yang terjadi mulai Kamis, 1 Juli 2021 pukul 05:11:16 WIB sampai Jumat, 2 Juli 2021 pukul 20:00:35 WIB. Kekuatan gempa bumi bervariasi mulai dari Magnitudo 1,1 sampai Magnitudo 4,6. Kemungkinan potensi gempa susulan bisa saja kembali terjadi.

Sebaran titik gempa bumi di wilayah Tanggamus dampak aktifnya sesar semako barat. Kejadian ini sudah termasuk dalam gempa swarm. Gempa swarm adalah serangkaian aktivitas gempa dengan magnitudo relatif kecil dengan frekuensi kejadiannya sangat tinggi dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama di wilayah sangat lokal.

Baca juga : Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Malam Ini

Berdasarkan hasil monitoring dan rekap data yang terlapor di website resmi BMKG http://lampung.bmkg.go.id/info/?ase=listlasteg&r=geofisika. Untuk gempa dengan kekuatan terkecil terjadi pada 1 Juli 2021 pukul 17:32:33 WIB dengan epicenter -5.57 , 104.6 kekuatan Magnitudo 1,1 pusat gempa di Laut 13 km Barat Daya Tanggamus-Lampung dengan kedalaman 5 Km. 

Kemudian yang terbesar pada 1 Juli 2021 pukul 08:50:07 WIB dengan epicenter -5.59 , 104.61 kekuatan Magnitudo 4,6 pusat gempa di Laut 14 km Barat Daya Tanggamus-Lampung dengan kedalaman 2 Km.

"Tanggamus sering terjadi gempabumi dikarenakan daerah tanggamus ada di lintasi jalur sesar sumatera," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Lampung Utara, Anton Sugiharto, melalui telepon, Jumat, 2 Juli 2021.

Baca juga : Tanggamus Diguncang 185 Kali Gempa dalam Dua Hari

Menurutnya, aktivitas kegempaan yang meningkat di Tanggamus patut diwaspadai. Gempa signifikan yang terjadi tersebut dapat menjadi alarm bahwa zona gempa di sepanjang patahan besar sumatera aktivitasnya meningkat. Informasi ini sekadar pengingat masyarakat bahwa potensi gempa itu ada dan harus direspons dengan langkah mitigasi bencana yang cepat dan tepat untuk meminimalisasi risiko jika terjadi gempa yang kuat. Masyarakat diminta untuk senantiasa waspada dan pastikan agar tetap tenang, tidak terpengaruh dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. 


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait