#COVID-19#BERITALAMPUNGSELATAN

Dua Desa di Sragi Zona Merah Covid-19

Dua Desa di Sragi Zona Merah Covid-19
Ilustrasi:Medcom.id


Kalianda (Lampost.co) -- Sebanyak dua desa di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, ditetapkan sebagai kawasan zona merah penyebaran Covid-19. Hal tersebut karena tingginya jumlah pasien yang terpapar di wilayah tersebut belakangan ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, dua desa yang merupakan kawasan zona merah itu, yakni Desa Kualasekampung dan Bandaragung. Kedua desa diketahui memiliki jumlah kasus Covid-19 lebih dari lima orang.

Plt. Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi, Muhammad Ali, mengatakan, berdasarkan data rekapitulasi minggu ke 26 per tanggal Sabtu 3 Juli 2021 terdapat dua desa sebagai kawasan zona merah. Perinciannya, Desa Kualasekampung 11 kasus dan Bandaragung 7 kasus.

"Memang data update kami selama satu minggu terakhir, Desa Kualasekampung dan Bandaragung yang merupakan zona merah penyebaran virus Covid-19," kata dia, Rabu 7 Juli 2021. 

Baca juga : Satgas Covid-19 di Palas Minta Penguatan hingga Tingkat RT/RW

Setelah dinyatakan zona merah itu, kata Ali, pihaknya dalam beberapa hari terakhir telah melakukan pemantauan aktif terhadap desa tersebut. Bahkan, pihaknya mewanti-wanti bila kasus Covid-19 itu bisa bertambah.

"Mudah-mudahan enggak ada lagi penambahan kasus. Kami sudah melakukan pemantauan aktif di dua desa tersebut," kata dia.

Baca juga : 12 Desa di Lamsel Zona Merah

Selain itu, Ali mengatakan pihaknya menutup sementara pelayanan setelah adanya penambahan dua nakes terpapar Covid-19. Penutupan sementara itu sejak 7- 9 Juli 2021.

"Ada penambahan jumlah Nakes yang terpapar Covid-19 sebanyak dua orang. Sehingga, total nakes terpapar ada enam orang. Kami buka lagi pada Sabtu 9 Juli 2021," kata dia.

Selain enam nakes terpapar Covid-19, kata Ali, masih ada sembilan orang nakes yang menjalani isolasi mandiri seraya menunggu hasil Swab PCR. "Sembilan orang nakes ini belum diketahui hasilnya, karena masih menunggu hasil Swab PCR," ujarnya. 

Ali mengatakan penutupan pelayanan tersebut dilakukan untuk keperluan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan. Selain itu, untuk pencegahan penularan virus corona dilingkungan Puskesmas setempat.

"Meski pelayanan PRI Sragi tutup sementara, namun pelayanan kesehatan dialihkan di Puskesmas Palas," kata dia. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait