#beritalampung#beritabandarlampung#unila#hukum

Dua Dekan Unila Mengaku Ikut Titip Mahasiswa Jalur Afirmasi

Dua Dekan Unila Mengaku Ikut Titip Mahasiswa Jalur Afirmasi
Nairobi dan Dyah Wulan Sumekar saat menjadi saksi dalam persidangan atas terdakwa Karomani Cs di PN Tanjungkarang pada Selasa, 24 Januari 2023. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co): Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Nairobi dan Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung, Dyah Wulan Sumekar dihadirkan Jaksa Penuntut KPK sebagai saksi, dalam persidangan atas terdakwa Karomani Cs, Selasa, 24 Januari 2023.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Dekan FEB Unila ditanya terlebih dahulu oleh Jaksa Penuntut, Agung Satrio Wibowo. 

"Saudara saksi tahu sejak kapan ada praktik titip menitip mahasiswa seperti ini di Unila? Bagaimana mekanismenya?," ujar Jaksa Penuntut kepada Nairobi. 

Atas pertanyaan itu, Nairobi menjelaskan bahwa praktik penitipan mahasiswa melalui Dekan Fakultas sudah berlangsung sejak 2019.

Baca juga:  Pegawainya yang Hilang Ditemukan, Kepala DLH Pringsewu: Alhamdulillah, Saat Ini Masih dalam Pemulihan

"Sejak saya menjabat sebagai Dekan di FEB Unila Yang Mulia, tahun 2019. Jadi titipan itu disebut sebagai afirmasi," kata Nairobi. 

Selanjutnya Jaksa Penuntut kembali bertanya mengenai jumlah mahasiswa titipan yang pernah dititipkan saksi Nairobi melalui jalur afirmasi. Nairobi mengaku ada sekitar 43 mahasiswa. 

"Tapi tidak semua masuk ke FEB, tergantung permintaan yang bersangkutan minatnya kemana," kata Nairobi. 

Jaksa Penuntut selanjutnya bertanya mengenai kelanjutan proses dari nama-nama mahasiswa titipan tersebut. Nairobi mengatakan, nama-nama itu selanjutnya akan direkap oleh sekretaris Dekan FEB sebelum disetorkan dalam rapat khusus. 

"Semua nama dan nomor pendaftaran mahasiswa itu di collect sama sekretaris saya, Prayugo. Rekap itu yang dibawa ke rapat akhir penentuan kelulusan mahasiswa SMMPTN yang dipimpin Warek I, Heryandi di ruang beliau," kata Nairobi kepada Jaksa Penuntut. 

"Rapat itu dihadiri WR 1 dan seluruh dosen yang juga menyetor nama-nama mahasiswa titipan afirmasi. Nama itu kemudian di rapat disetorkan ke Pak Helmy, sebagai ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB)," tambahnya. 

Atas jawaban Nairobi yang kerap menyinggung ihwal afirmasi, Ketua Majelis Hakim, Lingga Setiawan kemudian bertanya kriteria mahasiswa yang dapat masuk dalam kategori afirmasi. 

"Afirmasi itu apa? Apakah mahasiswa yang saudara saksi titipan masuk dalam kategori terluar, terjauh, dan tertinggal? Kalau tidak masuk apakah itu tidak ilegal yang saudara lakukan?," tanya Lingga kepada Nairobi. 

"Yang saya lakukan tidak ilegal karena prosesnya afirmasi sesuai dengan aturan. Saya juga tidak harus ada pertanggung jawaban, yang tidak lulus enggak apa-apa karena, tidak juga memberikan apa-apa. Saya hanya menitipkan nama-nama saja," jawab Nairobi. 

Selanjutnya, Jaksa Penuntut, Agung Satrio Wibowo bertanya kepada Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung, Dyah Wulan Sumekar ihwal mahasiswa titipan. Dyah mengatakan ada titipan juga jalur afirmasi. 

"Yang saya titipkan ada 4 mahasiswa. Nama-nama itu sama seperti Pak Nairobi, disetorkan dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Rektor 1 Unila, Prof Heryandi," kata Dyah. 

Kemudian Jaksa Penuntut kembali bertanya identitas ke-empat mahasiswa yang dititipin beserta status saat pengumuman kelulusan. Dyah mengatakan bahwa empat mahasiswa yang dititipkan adalah anak kandung dari dosen khusus. 

"Keempat mahasiswa itu adalah anak kandung dari Dosen NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus) yang bekerja di rumah sakit dan mendukung Fakultas Kedokteran. Semuanya jalur SMMPTN, dan semuanya tidak lulus masuk Fakultas Kedokteran Unila," ujar Dyah.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait