#kriminal#beritalampung#pencurian#ganjalatm

Dua dari Empat Komplotan Ganjal ATM Lintas Provinsi Dibekuk

( kata)
Dua dari Empat Komplotan Ganjal ATM Lintas Provinsi Dibekuk
Dua pelaku pembobol ATM tersebut yakni Ihwan Putra (33) warga Desa Tanjung Harapan, Lampung Tengah dan Najamudin (39) warga Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan yang terlibat aksi percobaan pembobolan mesin ATM. Lampost.co/Zainudin


Bandar Lampung (Lampost.co): Dua dari dari empat pelaku pencurian dan penipuan dengan modus mengganjal ATM diamankan warga dan aparat pada Senin, 9 Oktober 2020, malam, di Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Kedaton, Bandar Lampung.

Mereka ditangkap karena hendak menipu seorang warga bernama Arif Budiman, ketika hendak mengambil uang di salah satu ATM di wilayah Akper Panca Bakti. Namun karena gelagat para pelaku mencurigakan, korban berteriak dan pelaku melarikan diri ke arah toko swalayan dan tertangkap warga.

Dua pelaku bernama Ikhwan Putra (33) warga Desa Tanjung Harapan, Lampung Tengah dan Najamudin (39), warga Muara Dua, Sumatera Selatan. Sedangkan dua pelaku lagi melarikan diri. Selain itu, terdapat satu pelaku wanita bertugas sebagai customer service palsu di Bogor, Jawa Barat.

"Dua pelaku asal Muara Dua diamankan dan dua pelaku melarikan diri masih kita buru," ujar Kasatreksrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, Selasa, 20 Oktober 2020.

Dari pengakuan pelaku, sindikat ganjal ATM ini baru beberapa hari dilakukan dan beraksi di Provinsi Lampung. Tercatat sudah ada 5 korban yang ditipu oleh komplotan tersebut.

"Mereka ini lintas provinsi, beraski di Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan yang terakhir struk ATM di Tangerang, sebelum akhirnya beraksi di Lampung," katanya.

Lanjut Resky, hasil kejahatan mereka dibagi rata termasuk ke CS palsu wanita yang berada di Bogor.

Pelaku Najamudin mengaku saat beraksi pada Senin malam, ia dan komplotannya belum sempat mendapatkan pundi-pundi uang. Ia pun berdalih, baru tiga kali beraksi di Provinsi Lampung.

"Semalem itu belum dapat, kalau yang terakhir di ATM BRI Tanjungbintang cuma Rp700 ribu, jadi tergantung saldo ATM yang ada," ujarnya.

Najamudin merupakan residivis perkara serupa dan pernah mendekam di LP Bogor, Jawa Barat.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Berita Terkait


Komentar