KPKOTTmenteriKKPEdhyPrabowosuap

Dua Buronan dalam Kasus Edhy Prabowo Menyerahkan Diri

Dua Buronan dalam Kasus Edhy Prabowo Menyerahkan Diri
Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto


Jakarta (Lampost.co) -- Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) nonaktif Edhy Prabowo, Andreau Pribadi Misanta (APM), dan pihak swasta, Amiril Mukminin (AM), menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya menjadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait perizinan tambak, usaha, dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2020.

 

"Secara kooperatif telah menghadap penyidik KPK," kata pelaksana tugas juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis, 26 November 2020.

Menurut dia, kedua tersangka tengah diperiksa penyidik. Setelah pemeriksaan, Andreau dan Amiril langsung ditahan.

"Penyidik akan melakukan upaya paksa penahanan terhadap kedua tersangka menyusul lima orang tersangka lainnya," ujar Ali.

Lima tersangka lain terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK Rabu dini hari, 25 November 2020. Para tersangka itu, yakni Edhy Prabowo, Staf Khusus Menteri KP Safri (SAF), pengurus PT ACK Siswadi (SWD), istri Staf Menteri KP Ainul Faqih (AF), dan Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT).

Edhy diduga menerima Rp3,4 miliar dan US$100ribu (Rp1,4 miliar, kurs Rp14.200) dalam kasus ini. Sebagian uang digunakan Edhy untuk berbelanja dengan istrinya, Iis Rosyati Dewi, serta Andreau dan Safri dalam lawatan ke Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.

Penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait