Covid-19korona

DPRD Tanggamus Ingatkan Warga Perketat Protokol Kesehatan

DPRD Tanggamus Ingatkan Warga Perketat Protokol Kesehatan
Wakil Ketua DPRD Tanggamus, Tedi Kurniawan pakaikan masker kepada salah satu warga Talang Padang, Tanggamus. Lampost.co/Abu Umar Ali


Kota Agung (Lampost.co) --Kelonggaran Protokol Kesehatan (Prokes) disinyalir sebagai salah satu pemicu yang menjadikan Kabupaten Tanggamus naik status zona merah. Hal itu menjadi perhatian serius DPRD Tanggamus, sehingga akan turut mengawasi pengendalian Covid-19 di daerah.

Wakil Ketua DPRD Tanggamus, Tedi Kurniawan, mengatakan hal ini harus segera ditanggulangi dan diantisipasi agar tidak semakin meluas penyebarannya. Meski secara teori semua perangkat pemerintahan dan elemen masyarakat mengetahui cara menangkis virus korona. Namun fenomena yang terjadi hanya segelintir warga yang menjalankan secara benar.

"Untuk itu kami mengajak semua warga Tanggamus untuk lebih waspada dan menerapkan 3M sesuai anjuran," katanya usai sosialisasi Perda Provinsi Nomor 3 Tahun 2020 mendampingi Wakil Bupati Tanggamus AM. Syafii di Pasar Talang Padang, Kamis, 7 Januari 2021.

Terutama di pusat keramaian, seperti pasar tradisional dan modern, tempat wisata, dan perkantoran, tidak dapat dipastikan warga yang terkontaminasi atau tidak. Sebab, kebanyakan diantaranya tidak menunjukan gejala dan berpotensi menularkan ke orang lain disekitarnya.

Kemudian, penanganan warga yang terkonfirmasi positif juga harus ditangani secara benar sesuai prosedur. Kondisi pasien harus betul-betul negatif sebelum diperbolehkan pulang. Demikian juga bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien supaya tidak lalai dalam memakai pelindung diri saat melakukan tindakan kepada pasien.

Dalam kegiatan ini, lanjut Tedi, Forkopimda mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Sebab, cara ini dinilai lebih efektif dilaksanakan sebagai upaya pencegahan sekaligus memutus mata rantai penularan.

"Kami melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk terus menjalankan protokol. Semoga kejadian cepat berlalu dari Bumi Begawi Jejama," kata dia.

Sementara Penasehat LSM Koalisi Masyarakat Peduli Tanggamus (KMPT), Imron, menilai penanganan Covid di Tanggamus memang kurang maksimal. Hal itu berdasarkan investigasi yang dilakukan jajarannya yang menemukan ada sebagian warga terkonfirmasi positif masih bebas berinteraksi dengan orang lain.

"Seharusnya kalau dinyatakan positif, untuk sementara tidak boleh berinteraksi dulu, bahkan dengan keluarganya sendiri," katanya.

Selain itu, bagi kepala keluarga yang harus menjalani perawatan di rumah sakit atau Puskesmas, pemerintah daerah harus memberikan perhatian kepada keluarganya. Sebab, keluarganya butuh makan, bila tidak ada bantuan tentu sangat ironis sekali.

"Pemerintah harus meramu langkah strategis dan tepat sasaran. Sebab, percuma kalau woro-woro warga pakai masker, tetapi masih ada kebocoran," ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait