#PENGEROYOKAN#PENGANIAYAAN#LAMPUNGTIMUR

DPRD Lamtim Minta Pelaku Pengeroyokan di Sindangsari Lamsel Diusut

DPRD Lamtim Minta Pelaku Pengeroyokan di Sindangsari Lamsel Diusut
Orang tua korban Sulaiman, Hasan Semurip saat memberikan keterangan kepada awak media. Istimewa


Sukadana (Lampost.co) --  Anggota DPRD Kabupaten Lamtim, Djoko Pramono, meminta Polres Lampung Selatan(Lamsel) segera memproses para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban, Sulaiman (19), warga Desa Gunungsugih Besar, Kecamatan Sekampung Udik tewas. Sulaiman yang merupakan siswa SMK Maarif 2 Penawaja Pugungraharjo, Sekampung Udik itu, tewas setelah dikeroyok massa di Desa Sindangsari, Kecamatan Tanjungbintang, Lamsel, pada Sabtu (27/11/2021) dini hari.

Menurutnya, pengeroyokan atau main hakim sendiri kepada siapa pun tidak bisa dibenarkan dan bertentangan dengan hukum yang berlaku. Djoko melanjutkan kalau ada dugaan atau kecurigaan mengarah kepada perbuatan kriminal, siapa saja boleh ditangkap oleh warga. Namun, setelah ditangkap, harus diserahkan kepada pihak berwenang atau polisi untuk proses hukumnya. 

“Aksi main hakim sendiri tersebut, dalam bentuk apapun jelas tidak dapat dibenarkan karena menyalahi aturan dan ketentuan hukum yang berlaku. Karena itu kami minta agar aparat penegak hukum khususnya Polres Lampung Selatan segera memperoses para pelaku pengeroyokan yang main hakim sendiri,” tegas Djoko yang merupakan anggota DPRD Lamtim dari Dapil V mewakili wilayah Kecamatan Sekampungudik, Margatiga, dan Waway Karya.

Baca juga: Desa Sindangsari Lamsel Kondusif Usai Kabar Penyerangan dari Lamtim

Dia juga meminta warga Kecamatan Sekampungudik pada umumnya, dan warga Desa Gunungsugih Besar secara khusus, tetap tenang, tidak terprovokasi,  dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Di sisi lain, orang tua korban Sulaiman, Hasan Semurip, minta keadilan dan hukum ditegakkan seadil-adilnya. Menurutnya, para pelaku yang telah menghilangkan nyawa putra ketiganya yang sedang melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di Kecamatan Tanjungbintang, Lamsel harus diusut.

Terpisah, guru pembimbing PKL korban Sulaiman dari SMK Maarif 2 Penawaja, Pugungraharjo, Sekampung Udik, Apit Umar,  membenarkan korban merupakan siswa kelas III SMK Maarif 2, Penawaja Pugungraharjo, dan sedang melaksanakan PKL di Kecamatan Tanjungbintang. Menurutnya, selama di sekolah korban dikenal sebagai siswa yang berperilaku baik dan tidak pernah berbuat aneh-aneh. Oleh sebab itu, dia meminta agar kasus main hakim sendiri yang mengakibatkan siswanya, Sulaiman, tewas tersebut, diusut secara tuntas oleh Polres Lampung Selatan.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait