#saham

DPRD Lampung Soroti Polemik Solid Gold

( kata)
DPRD Lampung Soroti Polemik Solid Gold
Ilustrasi. Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- DPRD Lampung menyoroti polemik perusahaan pialang berjangka, PT Solid Gold Berjangka, yang kantor cabangnya terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani, Enggal. Banyak nasabah yang mengeluh terkait dengan dugaan penipuan dan lain-lain yang merugikan ratusan juta hingga miliaran.

"Karena ini juga dalam ruang lingkup kerja Komisi II (perdagangan), kami menyoroti hal ini. Bukan hanya ramai-ramai kemarin, tapi sudah sering kami dapat info negatif, beberapa korban kemarin sudah ada yang koordinasi dengan saya, secara lisan, kan di Bali juga ramai korbannya," ujar Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, Selasa, 5 Mei 2020.

Meskipun berdasarkan informasi perusahaan tersebut memiliki izin dan legal, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas (Bappebti) perlu melakukan peninjuan ulang terhadap izin perusahaan tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan menelusuri, apakah kerja-kerja teknis dari marketing, pialang saham, hingga unsur pimpinan tidak sesuai SOP sehingga ada dugaan unsur pidana atau merugikan nasabah.

"Kami siap terima aduan resmi para korban untuk ditindaklanjuti, kalau legal tapi banyak mudaratnya buat masyarakat, ya buat apa ada," katanya.

Sebelumnya, para korban dugaan penipuan komoditas berjangka PT Solid Gold Berjangka (SGB) terus bertambah. Bahkan, para korban bersepakat membuat forum korban SGB.

Sebelumnya, enam orang yang merasa ditipu hingga miliaran rupiah menggeruduk kantor PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Senin, 27 April 2020.

"Sampai saat ini hasil konsolidasi sudah ada 15 korban yang gabung ke forum dan kemungkinan bertambah bisa ratusan. Kami menuntut keadilan," ujar Hamlet Pradipta, salah satu nasabah, Selasa, 28 April 2020.

Selain membuat forum, nasabah yang merasa ditipu pun sudah melapor ke Mapolda Lampung pada Selasa, 28 April 2020. Namun, para korban diminta untuk mengumpulkan dokumen atau bukti laporan, serta korban lainnya guna kelengakapan bukti laporan.

"Minggu-minggu ini kata penyidiknya di Krimsus mau diproses, kami masih mengumpulkan bukti dulu," katanya.

Tujuan membuat forum dan melapor ke aparat, selain meminta keadilan dan pengembalian uang agar tidak ada lagi korban yang terus bertambah. Para marketing dan pialang kini mencari nasabah dengan menyasar wilayah terpencil dan kabupaten di Lampung, seperti Lampung Tengah, Way Kanan, dan lainnya.

"Kami enggak mau ada korban lagi, marketing menawarkan tidak sesusai dengan kenyataan. Kami tidak mengerti apa-apa, semua dari pialang, kita hanya diberi informasi dan disuruh top up (tambah investasi) jika duitnya enggak mau hilang, yang ada uang kita enggak kembali. Kami mau narik enggak bisa, tapi kalau top up disuruh cepat," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar