#bulog#beras

DPR Minta Sebutkan Nama Mafia Beras di Bulog

DPR Minta Sebutkan Nama Mafia Beras di Bulog
Beras bulog. Foto: Antara/Fathulrahman.


Jakarta (Lampost.co) -- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong agar Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mengungkap secara gamblang mengenai oknum yang disebut sebagai mafia beras. Ini dimaksudkan agar praktik-praktik penyelewengan terkait komoditas itu dapat dicegah dan tak terulang kembali.

"Sebut langsung saja oknum yang dimaksud, bongkar secara terbuka dan dilakukan tindakan hukum agar hal-hal seperti tidak tidak berulang," kata Anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan, kepada Media Indonesia, dikutip Selasa, 24 Januari 2023.

BACA JUGA: Stok Beras Bulog Lamsel Hanya Cukup untuk Januari

Sebelumnya Buwas, sapaan karib Budi Waseso mengatakan mahalnya harga beras dalam beberapa waktu terakhir terjadi karena ulah oknum yang disebut sebagai mafia beras.

Mafia beras itu disebut orang yang bekerja di Bulog. Buwas juga mengatakan mengantongi nama oknum tersebut. Itu kemudian diserahkan kepada Satgas Pangan Polri untuk ditindak.

Mafia beras itu diketahui melakukan pengancaman kepada pedagang terkait distribusi beras. Praktik tersebut dinilai membuat pengendalian harga beras di lapangan mengalami sedikit kesulitan.

Sebab, pedagang yang semestinya bisa membeli beras Bulog dengan harga yang ditetapkan harus merogoh kocek lebih dalam. Selain menaikan harga beras, mafia yang disebut Buwas juga diduga mencampurkan beras premium milik Bulog dengan beras yang lebih rendah kualitasnya.

Bahkan oknum yang disebut sebagai mafia beras itu disebut melakukan rapat di dekat kantor Bulog. Buwas menyatakan, jika salah satu karyawannya ambil bagian dari kegiatan itu, ia tak segan untuk memecatnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga beras terus mengalami kenaikan. Melansir laman hargapangan.id, rata-rata harga pangan per 23 Januari 2023 di semua provinsi mengalami penurunan, kecuali beras.

Harga beras kualitas bawah per 23 Januari 2023 dilaporkan naik menjadi Rp11.700 per kg, kualitas medium naik menjadi Rp12.900 per kg, dan kualitas super naik Rp14.250 per kg.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memperingatkan Perum Bulog soal kenaikan harga beras. Menurutnya, jumlah daerah yang terancam inflasi akibat lonjakan harga komoditas tersebut sangat banyak.

"Hati-hati dengan yang namanya kenaikan harga beras. Saya sudah dua hari yang lalu memperingatkan Bulog untuk masalah ini karena di lapangan, 79 daerah mengalami kenaikan yang tidak sedikit," ujar Jokowi dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia di Bogor.

Tidak hanya Bulog, peringatan juga diberikan kepada seluruh kepala daerah. Mereka diminta terus mengecek dan mengawasi harga-harga komoditas pangan dengan terjun langsung ke pasar. Selain beras, kenaikan juga terjadi untuk telur, tomat, daging ayam, dan sebagainya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait