#Advetorial#Unila#pendampingan

Dosen Unila Dampingi Masyarakat Desa Kiluan Negeri dengan Pengolahan Ikan Asap

Dosen Unila Dampingi Masyarakat Desa Kiluan Negeri dengan Pengolahan Ikan Asap
Para dosen jurusan Ekonomi Pembangunan Unila melakukan pertemuan dengan warga di Desa Kiluan Negeri saat pengabdian ke masyarakat. (Foto:DOK)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian ke masyarakat, dan hal ini dilakukan para dosen Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Lampung, yakni 
Dr.Neli Aida, dr. Anggi Seto Rini, Arif Darmawan, dan Endri Hermawan, untuk berbagi ilmu kepada masyarakat di Desa Kiluan Negeri, Tanggamus. 
 
Latar belakang pengabdian para dosen ini adalah imbas dari pandemi Covid-19, yang menyebabkan perubahan pada kehidupan masyarakat, terutama sektor perekonomian.

Masyarakat Desa Kiluan Negeri harus  beradaptasi dengan kebiasaan baru (New Normal) dan dalam mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Terlebih setelah pemerintah menerapkan agar masyarakat lebih banyak berkegiatan di rumah saja atau Work From Home (WFH). 

Tahapan pembuatan ikan asap yang menambah nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan di Desa Kiluan Negeri, (Foto:Dok.Unila)
Hal ini tentunya mengaharuskan masyarakat untuk beradaptasi serta mencari alternatif atau mereformulasi penghasilan agar dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Kondisi itulah yang kemudian menggugah para dosen jurusan Ekonomi Pembangunan Unila, untuk membantu masyarakat dengan ilmu yang dimiliki, lewat pendampingan dan juga transfer ilmu pengetahuan.

Melihat potensi yang ada di Desa Kiluan Negeri, Aida dkk. menilai banyak warga yang berprofesi sebagai pemandu wisata dan juga nelayan. Namun, karena selama pandemi pariwisata relatif vakum, maka nelayan menjadi prioritas pendampingan untuk memberikan nilai tambah. Tentunya dengan sentuhan inovasi. Dan dipilih adalah pembuatan ikan asap yang memiliki nilai jual ekonomi serta membuat komoditas lebih awet.

Letak desa yang cukup jauh dari jalan besar dan kondisi jalan yang baik serta dikelilingi hutan, jurang dan pesisir pantai merupakan kondisi keterisolasian daerah yang perlu diperhatikan.Hal ini menjadikan masyarakat desa Kiluan Nageri kedepan akan semakin sulit menghadapi permasalahan hidup akibat efek Covid-19.

Menurut Aida dkk, tujuan pengabdian ini adalah terwujudnya nilai tambah (Value Added produk olahan hasil tangakapan nelayan menjadi olahan ikan asap yang tahan lama dan bernilai jual yang tinggi untuk pemenuhan kehidupan masyarakat, serta terbukanya pengetahuan masyarakat dalam menghadapi permasalahan kepasrahan dan kebimbangan berusaha pariwisata dan nelayan melalui peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan inovasi. 

Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya fasilitas wisata yang mengikuti protokol kesehatan serta pengolahan hasil tangkapan ikan yang tahan lama dan memiliki nilai tambah. Karenanya, metode yang digunakan dalam menjawab masalah tersebut adalah metode Two in One, terutama tentang penguatan kemampuan masyarakat dan sinergitas. 

Pertama mempelajari alat yang telah diciptakan untuk digunakan meproses pengasapan ikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2021 yang berlokasi di kediaman Bapak Beni Sumarlin yang di Desa Tri Tunggal Jaya Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulangbawang.

Kegitan dimulai dengan agenda ramah tamah dan silatuhmi, kemudian persiapan proses pengasapan ikan. Dimulai dari membersihkan ikan dan memanaskan alat pengasapan hingga selesai, proses pengasapan dan pengamatan dilakukan lebih kurang selama 1-2 jam hingga ikan benar–benar matang secara sempurna.
 
Integrasi penanganan penyediaan protokol kesehatan dan pengasapan ikan dalam iringan pendampingan dari Unila diharapkan bisa memberi nuansa baru yang menyenangkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya di Desa Kiluan Negeri, jelas Aida.
---

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait