#donordarah#pmi#beritalampung

Donor Darah di Lampung Turun Hingga 70% di Masa Pandemi

Donor Darah di Lampung Turun Hingga 70% di Masa Pandemi
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung, dr. Aditya M Biomed. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co): Pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) jumlah pendonor darah mengalami penurunan hingga 70 persen.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung, dr. Aditya M Biomed, mengatakan penurunan jumlah pendonor disebabkan belum normalnya aktivitas perkantoran serta sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Lampung.

"Stok darah banyak kami dapat dari kelompok-kelompok tersebut, karena mereka rutin mendonorkan darahnya," kata Aditya saat dihubungi Lampost.co, Selasa, 24 November 2020.

Keadaan penurunan jumlah pendonor berbanding balik dengan kebutuhan darah pada 23 rumah sakit se-Kota Bandar Lampung. Ia menjelaskan bahwa setiap harinya UTD PMI Lampung harus melayani kebutuhan darah 100--200 kantong darah setiap harinya.

"Tetapi saat ini kami hanya mampu menyediakan 30 persen kebutuhan darah, karena pendonor berkurang," kata dr. Adit.

Selain itu, lanjut dia, saat masa pandemi pelaksanaan donor darah diberlakukan berbeda dengan keadaan normal. Untuk satu orang pendonor dapat memakan waktu satu hingga dua jam.

“Dari pendaftaran sampai selesai relatif lama sekarang, karena kami harus menjaga protokol kesehatan," ujarnya.

Menurunnya keadaan stok darah saat ini menyebabkan pasien atau keluarga pasien yang membutuhkan transfusi darah diharuskan mencari pendonor sendiri.

"Hal ini tentunya akan menyulitkan keluarga pasien yang membutuhkan transfusi darah. Terlebih untuk pasien yang dari luar Kota Bandar Lampung, kemungkinan mengalami kesulitan," ujarnya.

UTD PMI Lampung mengajak para masyarakat, khususnya Bandar Lampung untuk bersama-sama mendonorkan darah meski di masa pandemi seperti saat ini. “Karena setetes darah anda, nyawa bagi sesama,” kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait