#investasi#investasibodong#trading#binomo

Doni Salmanan Langsung Ditahan usai Ditetapkan Tersangka

Doni Salmanan Langsung Ditahan usai Ditetapkan Tersangka
Doni Salmanan duduk di atas Lamborghini. Dok Instagram


Jakarta (Lampost.co) -- Crazy rich asal Bandung, Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Quotex. Pria kelahiran 1998 itu langsung ditahan polisi. 

"Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, malam ini juga setelah ini DS (Doni) dilakukan penahanan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Maret 2022. 

Baca: Kerugian Korban Binomo Capai Rp3,8 Miliar

 

Menurut Ramadhan, ada dua alasan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menahan Doni. Yakni alasan subjektif dan objektif. Subjektif karena dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatan, dan menghilangkan barang bukti.

"Alasan objektif karena ancaman hukuman di atas lima tahun penjara, dimana ancaman tindak pidana pencucian uang (TPPU) 20 tahun penjara," ungkap Ramadhan. 

Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor. Pria yang kerap membagi-bagikan uang itu diperiksa selama 13 jam lebih, mulai pukul 10.00-23.30 WIB. 

Setelah diperiksa sebagai saksi, penyidik menggelar perkara. Dalam gelar perkara itu, penyidik juga mengantongi keterangan saksi ahli Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), ahli bahasa, ahli hukum, dan keterangan korban. 

"Hasil gelar perkara menetapkan atau meningkatkan status yang bersangkutan dari saksi menjadi tersangka," ucap Ramadhan. 

Penyidik langsung melakukan penangkapan dan memeriksa Doni dalam kapasitas sebagai tersangka. Pemeriksaan sebagai tersangka masih berlangsung. 

Untuk diketahui, Doni dilaporkan oleh seorang korban berinisial RA ke Bareskrim Polri pada Kamis, 3 Februari 2022. Laporan polisi (LP) terhadap pria kelahiran 1998 itu terdaftar dengan nomor LP: B/0059/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI. 

Polisi mempersangkakan Doni terkait judi online, penyebaran berita bohong (hoaks) melalui media elektronik dan atau penipuan/perbuatan curang dan atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sesuai Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 28 ayat 1 UU ITE dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 3, 5 dan 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait