#gabah#kerjasama

Dongkrak Harga Gabah, TPH-Bun Palas Bakal Jalin Kerja Sama dengan Swasta

Dongkrak Harga Gabah, TPH-Bun Palas Bakal Jalin Kerja Sama dengan Swasta
Petani di Desa Pulautengah, Palas, gunakan alat perontokpadi saat memanen padi. (Foto:Lampost/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co)--UPTD Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Kecamatan Palas, Lampung Selatan, berencana menggandeng perusahaan swasta untuk memutus mata rantai penjualan gabah kering panen (GKP) di wilayah tersebut.

Hal tersebut dilakukan untuk membantu petani setempat dalam penjualan GKP dengan harga yang tinggi tanpa melalui para tengkulak lokal.

Plt. Kepala UPTD TPH-Bun Kecamatan Palas, Tarmijan mengatakan hingga saat ini harga jual GKP masih rendah dibandingkan harga pokok pemerintah (HPP) sebesar Rp4.200 per kilogram. Adapun salah satu penyebabnya yakni panjangnya rantai penjualan GKP.

"Selama ini, kebanyakan hasil produksi panen milik petani dijual ke para tengkulak, kemudian baru ke pabrik. Ini sudah jelas ratai penjualan cukup panjang, sehingga harga GKP ditingkat terus rendah," kata dia, Minggu, 12 Juni 2022.

Tarmijan mengaku dalam beberapa pekan setelah Lebaran harga jual GKP terus membaik mencapai Rp3.900 per kilogram. Namun, harga tersebut belum menyentuh HPP.

"Dari Rp3.300 per kilogram dan sekarang sudah ada yang jual Rp3.900 per kilogram. Tapi harga ini belum menyentuh HPP yaitu diangka Rp 4.200 per kilogramnya,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Tarmijan, pihaknya saat ini tengah mencari dan beberapa sudah menjalin komunikasi ke perusahaan swasta dalam rangka meningkatkan harga jual gabah di tingkat petani.

"Dengan adanya system kerjasama dengan perusahaan yang akan membeli langsung dari petani, tentunya dengan harga yang lebih tinggi," ujarnya.


EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait