#uinril#uuperkawinan

Doktor Baru UIN Ini Desak Pemerintah-DPR Revisi UU Perkawinan

Doktor Baru UIN Ini Desak Pemerintah-DPR Revisi UU Perkawinan
Fathul Mu’in usai ujian terbuka doktor di Gedung Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, Kamis, 18 Agustus 2022. (Foto:Lampost/Andre Pasetyo)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Doktor baru UIN Raden Intan Lampung, Dr. Fathul Mu’in, M.H.I mendesak Pemerintah dan DPR untuk melakukan pembaruan atau revisi terhadap Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Sebab, dua peraturan tersebut menyebabkan tingginya kasus perceraian.

Hal itu disampaikan Fathul Mu’in saat ujian terbuka di Gedung Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, Kamis, 18 Agustus 2022.

“Maraknya kasus perceraian ini karena undang-undang yang telah usang. Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam sudah tidak relevan lagi, khususnya yang mengatur tentang nafkah keluarga,” kata Dosen Fakultas Syariah UIN RIL tersebut.

Menurutnya, kewajiban nafkah yang ada dalam hukum Islam dan hukum positif harus direinterpretasikan dengan teori mubadalah. Bahwa suami dan istri bisa berbagi peran, saling bekerjasama dan saling membahagiakan.

“Ayat dan hadis memang tidak berubah, tapi tafsirnya bisa berubah, sesuai dengan konteks zaman,” jelasnya.

Berdasarkan temuan disertasinya itu, maka Fathul Mu’in merekomendasikan tiga hal. Pertama, Kepada Pemerintah dan DPR hendaknya melakukan pembaharuan hukum keluarga Islam dengan melakukan revisi secara terbatas terhadap pasal yang sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman. Dengan revisi ini, hukum keluarga Islam dapat merespon perkembangan zaman dan menjadi alternatif solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan rumah tangga keluarga muslim.

Kedua, Kepada ulama kontemporer hendaknya melakukan penafsiran baru terhadap sejumlah ayat Al-Qur’an, hadis Nabi dan pendapat ulama klasik yang sudah kurang relevan lagi dengan zaman yang sudah semakin maju dan modern. Salah satu tafsir yang bisa digunakan dalam melakukan penafsiran adalah qiraah mub?dalah.

Ketiga,  Kepada pasangan suami isteri di Indonesia hendaknya menerapkan teori mub?dalah dalam hubungan berumah tangga, yakni saling bekerjasama dan saling membahagiakan. Dengan tafsir mub?dalah ini maka kasus perceraian bisa ditekan dan semakin banyak keluarga yang harmonis di Indonesia.

Ia mempertahankan disertasinya dihadapan tim penguji yang terdiri dari Prof. Wan Jamaluddin Z. M.Ag., Ph.D Penguji Prof.Dr. H. Suharto., SH., MA, Prof. Dr. H. Moh. Mukri., M.Ag,  Dr Yusuf Baihaqi LC., MA,  Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Ag, Prof. Dr. Ruslan Abdul Ghofur, M.Si dan Sekretaris Dr. Hj. Linda Firdawaty, MH di Gedung Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung. Fathul Mu’in dinyatakan lulus dengan indek prestasi, 3,75 dinyatakan lulus dengan predikat cum laude.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait