#game#teknologi

Dokter Tirta Beberkan Bahaya Kecanduan Game pada Anak

Dokter Tirta Beberkan Bahaya Kecanduan Game pada Anak
Dokter Tirta beberkan bahaya kencaduan game pada anak. YouTube Tirta PengPengPeng


Jakarta (Lampost.co) -- Dokter Tirta membeberkan bahaya kecanduan game atau Internet Gaming Disorder (IGD) pada anak. WHO sendiri menetapkan kecanduan game sebagai penyakit mental.

Pemilik nama lengkap Tirta Madira Hudhi itu mengungkapkan ketika ia berdiskusi dengan dokter Gofir, anak yang kecanduan game itu diibaratkan kecanduan kokain. Di mana perilakunya akan berubah menjadi, seperti anak tempramen, meledak-ledak, meniru karakter di game, dan anak marah ketika tidak diizinkan bermain game.

“Jadi kalau nggak dikasih jatah main ngamuk, marah, meniru tokoh karakternya plus dia hanya bisa puas kalau main game,” terang Tirta dikutip dari Medcom.id, Jumat, 5 November 2021.

Lebih lanjut Tirta mengatakan selain tempramental, anak yang kecanduan game juga bisa melakukan tindakan yang melewati batas. Seperti mencuri uang atau memukuli teman karena kalah.

“Mencegah internet gaming disorder pada anak kecil itu telat akan sulit. Satu anak kecil akan sangat pemarah, tidak bisa lepas dari game tersebut, ketiga harus direhab ke tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Tirta pun membagikan tips agar anak bermain game bisa menjadi hal positif. Tips ini juga ia prakteknya kepada anaknya yang berusia lima tahun.

 

Tips mencegah anak kecanduan main game versi dr Tirta

Waktu bermain dibatasi

Tirta menyebut dirinya menggunakan screen time pada iPAD yang digunakan anaknya bermain. Sehingga ketika waktunya habis tidak bisa digunakan lagi. Ia menyebut membatasi anaknya bermain dua sampai tiga jam sehari.

Membatasi jenis game sesuai usia

Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengaku melarang anaknya bermain game seperti Mobile Legends, PUBG, dan Free Fire maupun GTA. Ia menyebut hanya mengizinkan anaknya bermain Minecraft.

“Begitu aku tahu anakku main GTA langsung aku lock, karena anakku belum pantes main GTA. Kalau main Minecraft ku izinin,” terangnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait