#Kesehatan#VirusKorona

Dokter Minyak!

Dokter Minyak!
Ilustrasi: Medcom.id


Iskandar Zulkarnain, Wartawan Lampung Post

APA kabar Ribka Tjiptaning, anggota DPR dari PDI Perjuangan? Setelah mengeritik pedas soal vaksin covid-19, wakil rakyat yang duduk di Komisi IX bidang kesehatan itu menelan pil pahit. Dalam waktu seminggu dari pernyataan kontroversialnya, Ribka digeser partainya ke Komisi VII.

Dia mengeluarkan kritik tajam saat rapat Komisi IX bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin. Ribka menolak divaksinasi juga bagi anggota keluarganya. Pernyataan anggota parlemen itu ditegur oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Karena banyak kritikan—memengaruhi program vaksinasi—akhirnya partai besutan Megawati memindahkan kadernya ke komisi lain.

Partai NasDem dan Gerindra menilai pernyataan Ribka menolak vaksin covid-19 secara terbuka sebagai upaya memprovokasi rakyat. "Akan ada pertanyaan masyarakat, anggota DPR aja nggak mau. Ini membuat rakyat tidak percaya kepada pemerintah. Disayangkan, sikap ibu dokter (Ribka, red) seperti itu," kata Wakil Ketum Partai NasDem Ahmad Ali.

Sebelum terjun ke dunia politik, Ribka berprofesi seorang dokter. Dia juga berkecimpung di parlemen sudah puluhan tahun karena kerabat dekat Puan Maharani, ketua DPR. Sikap Ribka memang ironis. Ada apa dengan Ribka? Mengingat, PDI Perjuangan adalah partai pemerintah dan Presiden Joko Widodo tengah berusaha meyakinkan masyarakat agar mau divaksin.

Berharap banyak karena negeri ini masih darurat kesehatan—pandemi covid-19 belum berakhir—harusnya semua anggota parlemen di Senayan mengikuti jejak Jokowi yang telah divaksin dalam upaya menyehatkan rakyat. Ini kepentingan bangsa, bukan kepentingan orang perorangan.

Atas mutasi karena kevokalannya, sang dokter Ribka pun berkomentar. "Biasa aja, di mana aja bisa berjuang untuk rakyat. Cuma lucu aja dokter ngurus minyak," kata dia.

Padahal, Ribka sudah 17 tahun menyandang anggota parlemen, mengawal isu kesehatan, kini berurusan dengan energi, riset. Ini resikonya jika berseberangan dengan instruksi partai!

Tidak cukup berlatar belakang sebagai dokter yang menjadi landasan atas pilihan menolak vaksini covid-19, tetapi Ribka juga harus tunduk kepada kepentingan orang banyak. Hasto pun berkomentar, pernyataan Ribka adalah pendapat pribadi, bukan sikap PDI Perjuangan. Kloplah sudah!

Saat Ribka masuk menjadi anggota Komisi VII, ia disambut dengan pantun yang disampaikan anggota Fraksi PKS Tifatul Sembiring. Mantan menteri Kominfo era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu membacakan pantunnya; Kalau takut dilamun ombak, Jangan berumah di tepi pantai, Kalau takut jantung bergolak, Jangan masuk ke dalam partai.

Pantun bukanlah sembarang pantun. Pantun yang disampaikan Tifatul itu mengingatkan anggota parlemen. Apalagi sudah menyandang wakil rakyat harus berhati-hati dalam bersikap. Tujuan vaksinasi untuk mengurangi dan menekan transmisi, penderita, kematian akibat covid-19, dan menciptakan kekebalan komunitas. Ingat kawan, negeri ini sudah darurat kesehatan!

Karena berstatus darurat covid-19, semua elemen masyarakat di negeri ini untuk saling bahu-membahu dan lebih serius serta masif menekan wabah. Tetap hingga kini belum ada laporan yang mengejutkan vaksin Sinovac yang disuntikkan ke tubuh pejabat juga tenaga kesehatan, beberapa minggu lalu, mengalami gagal kesehatan.

***

Program vaksinasi itu tidak boleh gagal. Sebab, Indonesia tengah didera wabah covid-19. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saja mengancam bupati dan wali kota yang lelet melaksanakan vaksinasi untuk dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri. "Jangan sampai vaksin yang kedua sudah datang, tetapi yang pertama belum selesai," ujar Arinal.

Ini artinya, gubernur menginginkan agar vaksinasi berjalan sukses serta pandemi bisa ditekan. "Saya beri waktu seminggu. Jika tidak, akan saya laporkan ke Kemendagri. Ini menyangkut nyawa orang banyak," kata dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa dunia tengah berada dikegagalan moral karena distribusi vaksin tidak merata. Bahkan, dalam Survei News Research Center (NRC) Media Group News (MGN), terungkap rakyat optimistis terhadap kehadiran vaksin covid-19. Responden mempercayai vaksin aman bagi kesehatan. Sebanyak 53% responden yakin vaksin mampu mengatasi pandemi, sedangkan 46,4% mengatakan sebaliknya.

Jajak pendapat mengambil sampel 500 responden yang tersebar di 34 provinsi itu menggunakan metode telepoling. Wawancara dilaksanakan pada 14—22 Desember 2020. Margin of error survei ini sekitar 5% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Ada empat hal yang disoroti dalam survei yang diselenggarakan oleh MGN (Grup Lampung Post), yakni pemulihan ekonomi, kesehatan masyarakat, energi hijau, serta pariwisata. Di luar empat tema itu, ada juga mengemuka persoalan terkini adalah antisipasi dampak gelombang covid-19.

Saat ini dunia tengah diuji agar wabah harus segera berakhir. Vaksinasi adalah gerakan kemanusiaan. Jokowi saja minta program kemanusiaan itu segera diselesaikan. Bahkan, Presiden membuka ruang bagi pihak swasta untuk melaksanakan vaksinasi mandiri.

Kebijakan Presiden ini untuk mempercepat program vaksinasi di Tanah Air, berimplikasi pada percepatan pemulihan ekonomi. Yang jelas, vaksinasi mandiri harus dikelola dengan baik. Jangan sampai menimbulkan polemik di masyarakat. Tidak ketinggalan MPR juga mengusulkan wartawan masuk kelompok prioritas untuk divaksin.

Mengapa wartawan divaksin? Sebab, pekerjaan yang dilakukan jurnalis itu memiliki risiko tinggi terhadap penularan covid-19. Oleh karena itu, Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia mendukung rencana vaksinasi untuk wartawan yang dimulai Maret 2021. Vaksinasi untuk pemburu berita ini juga untuk membantu menyosialisasikan vaksin ke publik.

Pemerintah menempatkan wartawan ke dalam prioritas penerima vaksin setelah petugas medis. Wartawan divaksinasi bersamaan dengan personel TNI-Polri. Hal itu disampaikan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Vaksinasi untuk layanan publik akan dimulai pada Maret nanti.

Ingat! Vaksinasi adalah langkah konkret negara hadir di tengah darurat kesehatan di masyarakat. Namun, siapa pun yang sudah divaksinasi tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan sampai pandemi ini dinyatakan benar-benar berakhir. Tetap memakai masker, menjaga jarak dengan menghindari kerumunan, serta rajin cuci tangan. Itu saja! ***

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait