#hoaks#beritabohong

Dokter Louis Tersangka Hoaks dan Menghalangi Penanganan Covid-19

Dokter Louis Tersangka Hoaks dan Menghalangi Penanganan Covid-19
Dokter Louis Owien. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Dokter Louis Owien ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menemukan dua alat bukti yang cukup atas perbuatan dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong terkait covid-19 dan menghalangi penanganan wabah penyakit menular.

"Iya ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 12 Juli 2021.

Louis ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri. Penahanan dilakukan dengan alasan subjektif sesuai Pasal 21 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan alasan objektif sesuai Pasal 21 ayat 4 KUHAP.

Agus menyebut dokter Louis melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Kemudian, tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

Lalu, tindak pidana dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah penyakit menular. Selanjutnya, tindak pidana menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap.

"Sedangkan dia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga kabar demikian akan mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," ucap jenderal bintang tiga itu.

Dokter Louis dijerat Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 Jo Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan UU Nomor 4 Tahun 1984 dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dokter Louis ditangkap di kediamannya di Apartemen Rasuna Said, Jakarta Selatan, pukul 16.00 WIB pada Minggu, 11 Juli 2021. Dia ditangkap buntut pernyataan tidak percaya covid-19 dan menyebut pasien covid-19 meninggal bukan karena virus tersebut, melainkan akibat interaksi antarobat.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait