#SAMPAH

DLH Lamsel Belum Cek Lab Air yang Diduga Tercemar Lindi TPA Tanjungsari

DLH Lamsel Belum Cek Lab Air yang Diduga Tercemar Lindi TPA Tanjungsari
Ilustrasi. Dok. Lampost


Kalianda (Lampost.co) -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan menyatakan kualitas air lindi yang mengalir ke drainase belum diketahui. Pasalnya, outlet air lindi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, Tanjungsari, Kecamatan Natar belum dilakukan pengujian dilaboratorium.

"Jadi, perlu dilakukan pengujian di Laboratorium Pemerintah Provinsi Lampung. Karena, laboratorium milik DLH Lampung Selatan tidak mampu," ujar Kepala DLH Lamsel Feri Bastian, di kantornya, Senin, 26 September 2022.

Pihaknya pada 16 September 2022 telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Tim DLH Kabupaten Lampung Selatan memantau kondisi kolam Lindi TPA Tanjungsari, drainase outfall TPA Tanjungsari dan lokasi bendungan jembatan (hilir) dekat lokasi TPA Tanjungsari.

"Hasil pemantauan visual air dari bendungan/jembatan di hilir berwarna hijau dan sudah bercampur dengan air hujan dan air drainase lainnya. Jadi, tidak bisa katakan limbah dari TPA tersebut," kata dia.

Disinggung mengenai perawatan TPA sebesar Rp4 miliar, Feri Bastian, mengatakan itu proyek pemerintah pusat melalui APBN. "Kalau di DLH Lampung Selatan tidak ada kegiatan perawatan TPA Tanjungsari, Natar," kata dia.

Kepala  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lamsel, Erdiyansyah membantah adanya potongan tersebut. "Dipotong nggak ada. info dari siapa?. Nggak ada yang dipotong-potong sudah dari tahun 2021," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait