lingkunganlampung

DLH Lampung Investigasi Limbah di Sungai Way Sekampung

DLH Lampung Investigasi Limbah di Sungai Way Sekampung
ilustrasi pencemaran sungai. dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Lingkuhan Hidup (DLH) Provinsi Lampung merespon adanya laporan dan temuan pencemaran sungai di Way Sekampung Lampung Timur. Bila ada perusahaan atau oknum-oknum yang terbukti bersalah maka akan disanksi sesuai aturan hukum yang berlaku.

Dalam Undang-Undang No­mor 32/2009 tentang Per­lin­dung­an dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pasal 98 dinyatakan setiap orang yang melakukan perbuatan dengan sengaja yang mengaki­batkan dilampauinya ambang baku mutu udara, air laut, air su­ngai, air danau, dan ke­rusak­an lingkungan hidup dapat didenda minimal Rp3 miliar dan maksimal Rp10 miliar dan penjara minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun. Sanksi paling ringan saat perusahaan melanggar ialah teguran.


Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Ahmad Rizal mengatakan timnya sudah turun melakukan pengecekan melihat situasi dan kondisi dilokasi kejadian. Tetapi pada saat itu situasinya sudah berubah karena sungai memiliki kemampuan untuk self purification atau kemampuan untuk menyembuhkan diri dari beban pencemaran limbah. 


"Tim turun melakukan pamentauan Way Sekampung, Way Bekarang, Way Buhong, Way Galih, Way Kandis dan sebagainya untuk mengambil sampel. Ada 8 titik sampel yang kita ambil. Kita juga akan melakukan investigasi lanjutan," katanya saat ditemui di kantornya, Selasa, 17 November 2020.


Kemudian ia mengatakan DLH Provinsi Lampung tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dari semua pihak seperti Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Selatan, penggiat lingkungan, masyarakat dan stakeholder terkait lainnya untuk sama-sama mengusut tuntas persoalan ini. Apalagi bila perusahaan yang berada disekitar sungai harus ada izin pembuangan limbahnya dan proses perizinan tersebut berada di pemerintah kabupaten.


"Ada belasan atau puluhan perusahaan yang dekat dengan sungai. Lokasi perusahaan yang dekat dengan sungai bisa saja ada yang nakal. Tapi kalau gak ada buktinya tidak bisa juga kita menuduh. Kami tidak ingin gegabah, bila memang terbukti maka kami akan proses secara hukum," katanya


Sebelumnya Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Lampung, Edi Santoso, mengatakan lokasi sungai yang tercemar berada di Desa Peniagaan, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur. Sungai tersebut memisahkan Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan. Banyak aliran sungai yang bermuara ke Way Sekampung.


Sungai Way Sekampung yang melintasi Kecamatan Marga Sekampung dan Kecamatan Jabung merupakan sungai yang menjadi langganan pencemaran limbah oleh perusahan pabrik industri sekitar. Tercemarnya air oleh limbah menyebabkan kondisi air sungai berubah warna menjadi hitam pekat dan berbau. Kemudian dampak yang terlihat ialah sejumlah ikan di sungai mati


"Masyarakat merasa dirugikan dengan pencemaran yang terus-terusan terjadi tanpa ada penyelesaian. Apalagi masyarakat sekitar menerima imbasnya yang setiap hari bergantung pada Way Sekampung sebagai sumber penghasilan dari hasil tangkapan ikan serta air sungai yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti mandi dan lain-lain," ujarnya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait