#pmk#metro

DKPPP Metro Temukan Lima SKKH Palsu

DKPPP Metro Temukan Lima SKKH Palsu
Kepala DKPPP Kota Metro, Herry Wiratno saat diwawancarai di ruang kerja, Rabu, 13 Juli 2022. (Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Metro menemukan lima surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) palsu dari Kabupeten Lampung Tengah. Surat tersebut berhasil diketahui usai hewan ternak yang akan dikurbankan terdeteksi klinis terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). 

Kepala DKPPP Kota Metro, Herry Wiratno mengatakan, surat palsu itu ditemukan oleh tim monitoring pada saat penyembelihan hewan kurban berlangsung. Sehingga, lima sapi yang klinis PMK tersebut gagal untuk disembelih. 

"Kami temukan lima SKKH palsu itu dari Lampung Tengah. Kami telah konfirmasi kepada dinas terkait, dan mereka juga membenarkan bahwa surat itu palsu karena ditandatangani bukan dengan petugas di Dinas Peternakan Lampung Tengah," kata dia di ruang kerja, Rabu, 13 Juli 2022. 

Menurut Herry, dengan ditemukannya surat tersebut kini Metro harus berhati-hati. Terlebih daerah Metro Utara juga terdapat sapi yang terjangkit PMK. 

"Terakhir kemarin sebelum idul adha sudah meluas ke Kecamatan Metro Utara. Jadi ada tiga kecamatan yang kini telah terpapar wabah PMK, Metro Selatan, Pusat dan Utara," ungkapnya. 

Baca juga: Pedagang Kambing di Tubaba Keluhkan Aturan SKKH

Meski keseluruhan hewan yang terjangkit PMK menuju kesembuhan, pihaknya masih menunggu regulasi penetapan zona hijau PMK. 

"Kami sudah melaporkan ke Isiknas bahwa Metro sekarang 0 atau nihil. Tapi, kami masih menunggu regulasi zona hijau. Juknisnya belum turun. Berapa lama atau tidak ada penambahan kasus sehingga kami bisa hijau kembali. Jadi, ada waktunya dan sifatnya masih menunggu," ujarnya. 

Herry menambahkan, dengan ini tim surveilans tetap menyisir peternak yang ada di Bumi Sai Wawai untuk mengecek keadaan dan kondisi hewan ternak. 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait