#bantuansosial#dkmediagroup#viruscorona

DK Media Group Salurkan Bantuan APD via Helptohelp

DK Media Group Salurkan Bantuan APD via <i>Helptohelp</i>
Lampost.co/Luchito


Jakarta (Lampost.co): Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG) langsung melakukan pembelian alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis, serta melakukan penyaluran melalui organisasi non-profit, Helptohelp.

Adapun bantuan yang disalurkan DKMG via Helptohelp itu terdiri dari 260 coverall, 200 masker, 110 kotak surgical masker, 300 goggles, 670 face shield, 1.300 head covers, dan 670 boots.

Perwakilan Yayasan Media Group yang juga Presiden Direktur Metro TV, Don Bosco Selamun, mengatakan bahwa sumbangan dari Partai NasDem ini dipergunakan oleh DKMG untuk keperluan pembelian APD, sarung tangan dan lainnya untuk tenaga medis, dan juga pemberian bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu.

Baca juga: Partai NasDem Donasikan Rp500 Juta ke DK Media Group

"Kita menggunakan sumbangan ini secara transparan, karena nantinya sumbangan ini akan di audit oleh akuntan yang kredibel, jadi jangan pernah ada keraguan sedikit pun sumbangan ini disalahgunakan, baik itu penyaluran bantuan maupun orang yang menerima bantuan," ujarnya di kantor Media Group, Jakarta, Kamis, 2 April 2020.

Sementara itu, dr. Raymond, Public Relation Helptohelp, menuturkan bahwa bantuan yang diberikan oleh DKMG ini akan pihaknya fokuskan untuk pengiriman ke wilayah di luar Jabodetabek dan luar Pulau Jawa.

"Bagi daerah-daerah yang masih minim APD, semoga dengan bantuan DKMG ini kebutuhan APD bisa terpenuhi. Karena sampai saat ini fokus pengiriman itu di Jabodetabek, karena memang angka tertingginya di wilayah Jabodetabek," ungkap dia.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa pihaknya tidak serta merta menerima donasi APD begitu saja, pasalnya Helptohelp menerapkan standarisasi dalam hal APD untuk tenaga medis.

"Semua orang berlomba-lomba untuk menyumbangkan donasi APD, tapi satu prinsip kita pegang kuat adalah kita menyalurkan sesuai medical grade. Kita nggak mau ini jadi bumerang bagi para tenaga medis, di mana banyak pabrik dadakan yang tidak memerhatikan kualitas," terang dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait