#pajak#djpbengkululampung

DJP Serahkan Tersangka Faktur Pajak Fiktif Rp4 Miliar

DJP Serahkan Tersangka Faktur Pajak Fiktif Rp4 Miliar
Faktur pajak. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim Penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung menyerahkan tersangka dan barang bukti dugaan pidana bidang perpajakan berinisial AC kepada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Selasa 2 Maret 2021.

"Wajib Pajak tersebut diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan berupa menerbitkan atau menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya melalui PT. JEP, selama masa pajak Oktober 2018--Maret 2019," kata Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kantor DJP Lampung, Sarwa Edi.

Hal tersebut melanggar Pasal 39A huruf a Undang-undang KUP, dengan ancaman hukuman pidana penjara 2—6 tahun, serta denda maksimal enam kali jumlah pajak dalam faktur. "Perbuatan tersangka menimbulkan kerugian negara sebesar Rp4,19 miliar," kata dia, Kamis, 4 Maret 2021.

Dalam penyelidikan, penyidikan melalui tahap pemeriksaan bukti permulaan yang menemukan adanya bukti yang cukup, sehingga ditingkatkan ke tingkat penyidikan.

"Berkat kerja sama antara Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Polda Lampung, dan Kejaksaan Tinggi Lampung, berkas perkara atas tersangka AC dinyatakan lengkap jaksa peneliti (P-21) dan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Kejari Bandar Lampung," ujarnya.

Menurut dia, upaya tersebut menjadi wujud koordinasi yang baik dengan Polda Lampung dan Kejati Lampung. "Upaya penegakan hukum ini dalam rangka menimbulkan efek jera kepada wajib pajak yang menyalahgunakan hukum perpajakan di Indonesia dan upaya pengamanan penerimaan pajak negara," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait