#uangpalsu#bandarlampung

Ditangkap saat COD, Pemalsu Uang di Bandar Lampung Ini Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Ditangkap saat COD, Pemalsu Uang di Bandar Lampung Ini Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
Suasana sidang tuntutan terdakwa pemalsuan uang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandar Lampung.


Bandar Lampung (Lampost.co): Terdakwa pemalsuan uang M. Javad (27) warga Desa Haduyang Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandar Lampung. Dalam sidang yang digelar secara daring tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Rama Efan menuntut terdakwa selama 2 tahun 6 bulan kurungan penjara.

Tuntutan tersebut, menurut Rama mengacu pada dakwaan alternatif kedua Pasal 36 ayat (1) Jo Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No.7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Selain itu, terdakwa juga dibebakan hukuman denda Rp10 juta.

"Agar majelis hakim memutuskan terdakwa bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun enam bulan. Apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan," ujar Rama di persidangan, Rabu, 25 November 2020.

Tuntutan itu, kata Rama, disusun berdasarkan dua pertimbangan. Pertama, hal yang memberatkan perbuatan karena terdakwa tidak mengindahkan program pemerintah terkait pemberantasan tindak pidana uang palsu. Sementara hal yang meringankan adalah sikap terdakwa yang dianggap sopan selama persidangan.

"Terdakwa menyesali dan mengakui perbuatannya," kata Rama. 

JPU menyatakan barang bukti dalam perkara ini adalah adanya uang palsu pecahan Rp100 ribu dengan total Rp320 juta, satu bundel uang palsu pecahan Rp100 ribu yang sudah dicetak namun belum dipotong, satu buah Laptop, serta kartu ID bank.

"Dirampas untuk dimusnahkan," jelas dia.

Terdakwa melakukan pemalsuan uang dengan bermodalkan laptop, printer, dan keahlian ilmu komputer pada pertengahan bulan Juni lalu. Mula-mula, ia memalsukan uang pecahan Rp.100.000,- sebanyak 4 lembar.

"Setelah itu memperbanyak hingga senilai Rp320 juta," ujar JPU.

Terdakwa ditangkap petugas Kepolisian Resor (Polres) Bandar Lampung di sekitar Jalan Untung Suropati. Kala itu, terdakwa terpergok ketika hendak menggunakan uang palsu tersebut untuk pembelian sejumlah barang yang dijual secara daring di media sosial dengan sistem COD (cash on delivery).

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait